kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Baht Stabil, Bursa Asia Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga dan Kinerja Nvidia


Rabu, 26 Agustus 2026 / 15:16 WIB
Baht Stabil, Bursa Asia Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga dan Kinerja Nvidia
ILUSTRASI. Sebuah uang kertas Baht Thailand terlihat dalam foto ilustrasi ini pada 1 Juni 2017 (REUTERS/Thomas White)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Baht Thailand bergerak stabil, sementara sejumlah bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (26/8/2026).

Sentimen pasar ditopang keputusan Bank of Thailand (BoT) mempertahankan suku bunga acuan serta kenaikan saham teknologi menjelang laporan keuangan Nvidia.

Baca Juga: Secret Service AS Selidiki Video TV Iran soal Dugaan Ancaman terhadap Barron Trump

Melansir Reuters, Baht berada di level 32,7225 per dolar AS setelah BoT secara bulat mempertahankan suku bunga one-day repurchase di level 1% untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Sementara itu, indeks saham Thailand menguat 0,7% setelah keputusan tersebut.

Senior ASEAN Economist OCBC Lavanya Venkateswaran mengatakan keputusan BoT sesuai dengan ekspektasi pasar.

Ia memperkirakan bank sentral Thailand masih akan mempertahankan suku bunga sepanjang 2026 karena kondisi permintaan domestik masih lemah dan tekanan inflasi relatif terkendali.

"Kami memperkirakan BoT akan tetap mempertahankan suku bunga pada 2026 karena kondisi permintaan domestik masih lemah dengan tekanan inflasi yang terkendali, sebelum menormalisasi kebijakan suku bunga pada 2027," kata Lavanya.

Baca Juga: Manchester United Rekrut Carlos Baleba dari Brighton, Dikontrak hingga 2031

Ringgit Terkuat Sejak Juni

Pergerakan mata uang Asia lainnya bervariasi. Ringgit Malaysia berada di sekitar 4,02 per dolar AS, sekaligus menjadi level terkuat sejak awal Juni.

Penguatan ringgit didukung oleh penurunan harga minyak serta optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan perdagangan Malaysia.

Sebaliknya, sejumlah mata uang yang sensitif terhadap harga minyak, termasuk rupiah Indonesia, peso Filipina, dan rupee India, masih tertekan.

Ketiga mata uang tersebut telah melemah sekitar 4,6%-5,8% sepanjang tahun ini karena tingginya biaya energi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Rupiah berbalik melemah tipis ke level Rp17.715 per dolar AS.

Baca Juga: Pekerja China Manfaatkan Aturan Uni Eropa untuk Lawan Budaya Kerja 996

Pergerakan rupiah terjadi setelah calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) berikutnya menyatakan bahwa sinergi dengan lembaga lain tidak akan mengurangi independensi bank sentral.

Isu independensi BI menjadi perhatian sepanjang tahun ini. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menunjuk keponakannya, Thomas Djiwandono, sebagai Deputi Gubernur BI pada Januari.

Selain itu, parlemen pada Juni mengesahkan regulasi yang semakin memperkuat peran BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, peso Filipina melemah tipis menjadi 61,601 per dolar AS. Bank sentral Filipina diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Kamis (27/8), di tengah kekhawatiran terhadap inflasi dan pelemahan peso yang dinilai lebih besar dibandingkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Bill Gates Ingin Bertemu Xi Jinping, Dorong Aturan Global untuk Hadapi Risiko AI

Bursa Asia Tunggu Kinerja Nvidia

Di pasar saham, indeks saham Korea Selatan dan Taiwan masing-masing ditutup menguat 1% dan 1,5%.

Penguatan tersebut terjadi menjelang rilis laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan pada Rabu waktu setempat.

Ekspektasi terhadap kinerja perusahaan semikonduktor tersebut sangat tinggi. Karena itu, kejutan positif maupun negatif dari laporan Nvidia berpotensi memicu volatilitas pasar, khususnya pada indeks saham Seoul dan Taipei yang memiliki eksposur besar terhadap sektor teknologi dan semikonduktor.

Di sisi lain, sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan di Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari US$2, Harapan Pembukaan Selat Hormuz Menguat

Iran menyatakan telah kembali melakukan pembicaraan dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Kedua negara mengatakan telah membahas "koridor navigasi sementara bersama" dan sepakat membersihkan ranjau di jalur tersebut.

Harapan terhadap pembukaan kembali jalur strategis itu mendorong harga minyak turun lebih dari 2% pada perdagangan Rabu.

Penurunan harga minyak berpotensi memberikan ruang bagi negara-negara Asia yang merupakan importir energi dengan mengurangi tekanan biaya impor dan inflasi.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×