kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.696   20,00   0,11%
  • IDX 6.200   -118,82   -1,88%
  • KOMPAS100 819   -13,43   -1,61%
  • LQ45 626   -4,83   -0,77%
  • ISSI 219   -6,04   -2,68%
  • IDX30 358   -1,94   -0,54%
  • IDXHIDIV20 447   -1,58   -0,35%
  • IDX80 94   -1,33   -1,39%
  • IDXV30 123   -1,27   -1,02%
  • IDXQ30 117   -0,26   -0,22%

Bursa Asia Naik Kamis (21/5), Ditopang Kinerja Nvidia dan Penundaan Mogok Samsung


Kamis, 21 Mei 2026 / 09:22 WIB
Bursa Asia Naik Kamis (21/5), Ditopang Kinerja Nvidia dan Penundaan Mogok Samsung
ILUSTRASI. Bursa Asia - Kospi dan Won Korea Selatan (REUTERS/Kim Soo-hyeon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham global menguat pada perdagangan Kamis (21/5/2026), didorong meredanya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah serta sentimen positif dari sektor teknologi setelah melaporkan proyeksi pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar.

Melansir Reuters, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 1,2%, mengakhiri pelemahan selama empat hari berturut-turut. Kenaikan terbesar terjadi di Korea Selatan, dengan indeks KOSPI melonjak lebih dari 4%.

Baca Juga: Nvidia Prediksi Pendapatan Kuartal II Lampaui Ekspektasi, Buyback Saham US$80 Miliar

Penguatan pasar terjadi setelah sejumlah kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz, meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Harga minyak mentah Brent tercatat naik 0,7% menjadi US$105,76 per barel di perdagangan Asia, setelah sebelumnya sempat melemah menyusul laporan tiga supertanker berhasil melewati jalur strategis tersebut pada Rabu.

Di Wall Street, indeks S&P 500 naik 1,1%, sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,5% setelah mengalami penurunan selama tiga sesi sebelumnya.

Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden AS yang menyebut Amerika Serikat siap melanjutkan serangan terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan damai. Namun Trump juga membuka peluang penundaan beberapa hari untuk melanjutkan negosiasi.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Stabil Kamis (21/5), Harapan Damai Iran Redam Kekhawatiran Inflasi

Analis Westpac menyebut, investor merasa lebih tenang setelah muncul sinyal bahwa negosiasi AS dan Iran telah memasuki tahap akhir.

Saham-saham perusahaan chip Asia ikut menguat setelah Nvidia memberikan proyeksi pendapatan yang lebih baik dari perkiraan pasar.

CEO Nvidia Jensen Huang berupaya meyakinkan investor bahwa permintaan terhadap chip kecerdasan buatan (AI) unggulan perusahaan masih akan terus tumbuh kuat.

Kepala riset teknologi global Wedbush Securities, Dan Ives, mengatakan industri chip saat ini masih sangat didominasi Nvidia.

Namun demikian, saham Nvidia justru turun 1,1% dalam perdagangan after-hours. Kontrak berjangka S&P 500 juga melemah 0,5%.

Baca Juga: X Milik Elon Musk Kalah dalam Gugatan Kepatuhan Perlindungan Anak di Australia

Analis pasar IG di Sydney Tony Sycamore menilai, reaksi pasar terhadap laporan Nvidia relatif terbatas karena ekspektasi investor sudah sangat tinggi sebelumnya.

Menurutnya, absennya prospek penjualan ke China dalam panduan perusahaan membuat sebagian investor berharap lebih banyak katalis positif.

Di Korea Selatan, saham melonjak lebih dari 6% setelah serikat pekerja perusahaan menangguhkan aksi mogok usai tercapainya kesepakatan awal terkait kenaikan upah.

Kesepakatan tersebut berhasil menghindari potensi mogok hampir 48.000 pekerja yang sebelumnya dikhawatirkan mengganggu ekonomi Korea Selatan dan rantai pasok chip global.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,9% meski data aktivitas manufaktur menunjukkan perlambatan. Indeks PMI manufaktur Jepang versi awal S&P Global turun menjadi 54,5 pada Mei dari 55,1 pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bangkit Lagi Kamis (21/5) Pagi, Perdamaian Iran Masih Abu-Abu

Data terpisah menunjukkan ekspor Jepang naik 14,8% secara tahunan pada April, menandai kenaikan selama delapan bulan berturut-turut dan meredakan kekhawatiran stagflasi global.

Di Australia, bursa saham menguat 1,5% meski data ekonomi menunjukkan aktivitas sektor jasa melambat ke level 47,7 pada Mei dari 50,7 sebelumnya. Adapun indeks manufaktur bertahan di level 50,2, masih berada di zona ekspansi.

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik 1,9 basis poin menjadi 4,588%.

Risalah rapat Federal Reserve April menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pejabat bank sentral AS terhadap inflasi, dengan semakin banyak pembuat kebijakan membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Untuk aset kripto, Bitcoin turun 0,3% ke level US$77.453, sementara Ether melemah 0,3% menjadi US$2.127.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×