Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana mengambil alih 35% saham pasif di North American Blue Energy Partners, perusahaan milik pengusaha Venezuela Alejandro Betancourt. Hal tersebut terungkap laporan Wall Street Journal, mengutip orang-orang yang terlibat dalam negosiasi kesepakatan tersebut.
AS juga berencana untuk mengamankan hak preferensial untuk membeli 20% dari produksi perusahaan dengan harga pokok, menurut laporan WSJ yang dikutip dari Reuters, Minggu (30/8/2026).
Kantor Modal Strategis Pentagon berencana untuk menyusun investasi melalui waran bernilai rendah yang akan memberikan kepemilikan saham kepada AS dalam bisnis tersebut tanpa investasi modal yang signifikan, demikian dilaporkan WSJ.
Baca Juga: Bakal Jadi Ketua Kehormatan, Trump Bakal Hadiri Presidents Cup
Laporan ini muncul hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat (28/8/2026) bahwa AS akan mengambil alih seperlima dari cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.
Trump memberikan sedikit detail tentang kesepakatan tersebut, hanya mengatakan bahwa AS telah mengamankan kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela yang terbukti melalui kemitraan dengan bisnis swasta.
Menanggapi permintaan komentar dari Reuters, juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan: "Kantor Modal Strategis (OSC) tidak mengambil saham ekuitas di perusahaan swasta. Berdasarkan wewenang hukumnya, peran OSC secara ketat terbatas pada penyediaan bantuan modal dalam bentuk pinjaman, jaminan pinjaman, atau bantuan teknis (termasuk penataan transaksi untuk mengembangkan dan membiayai investasi)."
Gedung Putih dan North American Blue Energy Partners tidak menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja reguler.














