kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.853   13,00   0,08%
  • IDX 8.312   31,12   0,38%
  • KOMPAS100 1.169   4,87   0,42%
  • LQ45 844   5,96   0,71%
  • ISSI 296   1,35   0,46%
  • IDX30 446   3,98   0,90%
  • IDXHIDIV20 534   4,59   0,87%
  • IDX80 130   0,60   0,46%
  • IDXV30 144   1,16   0,81%
  • IDXQ30 144   1,30   0,91%

AS: Belum Ada Chip Nvidia H200 yang Dikirim ke China


Rabu, 25 Februari 2026 / 08:24 WIB
AS: Belum Ada Chip Nvidia H200 yang Dikirim ke China
ILUSTRASI. A NVIDIA logo (KONTAN/Mike Blake)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa belum ada satu pun chip AI canggih H200 milik Nvidia yang terjual ke pelanggan di China.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Asisten Menteri Perdagangan untuk Penegakan Ekspor, David Peters, dalam sidang House Foreign Affairs Committee pada Selasa (24/2/2026).

“Sepengetahuan saya, belum ada sejauh ini,” kata Peters ketika ditanya mengenai distribusi chip H200 ke China.

Baca Juga: Sedikitnya 30 Tewas Akibat Hujan Lebat di Brasil Tenggara, 39 Orang Hilang

Izin dengan Syarat Ketat

Pemerintahan Donald Trump bulan lalu memberikan lampu hijau formal untuk penjualan chip H200 ke China dengan sejumlah persyaratan, keputusan yang menuai kritik dari anggota parlemen AS dari kedua partai.

Gedung Putih, melalui penasihat AI David Sacks berargumen bahwa mengizinkan pengiriman chip AI canggih ke China justru dapat mencegah perusahaan domestik China seperti Huawei untuk semakin mempercepat pengembangan chip pesaing guna menandingi desain paling mutakhir dari Nvidia dan Advanced Micro Devices (AMD).

Namun, para anggota parlemen yang dikenal sebagai “China hawks” khawatir chip tersebut dapat dialihkan dari penggunaan komersial untuk memperkuat kemampuan militer China dan mengancam dominasi AS dalam kecerdasan buatan.

Untuk saat ini, pengiriman chip masih tertahan karena adanya “guardrails” atau pembatasan ketat dalam proses ekspor.

Baca Juga: Presiden Meksiko Pastikan Tak Ada Risiko bagi Fans Piala Dunia 2026

Kekhawatiran Penyelundupan

Dalam sidang yang sama, anggota DPR dari Partai Republik Bill Huizenga menyinggung laporan bahwa startup AI China DeepSeek menggunakan chip Nvidia paling canggih untuk melatih model AI terbarunya yang diduga melanggar aturan kontrol ekspor AS.

Peters mengakui adanya praktik penyelundupan chip ke China.

“Ya, penyelundupan chip memang terjadi. Kami secara aktif menangani masalah ini. Ini termasuk dalam prioritas utama penegakan kami,” ujarnya.

Baik Kedutaan Besar China di Washington maupun Nvidia belum memberikan komentar resmi atas pernyataan tersebut.

Isu ekspor chip AI menjadi salah satu titik panas utama dalam persaingan teknologi antara AS dan China, khususnya dalam perlombaan menguasai kecerdasan buatan generatif dan komputasi berperforma tinggi.

Selanjutnya: Tecno Camon 50 Indonesia: Baterai 6.500 mAh, Kamera Selfie 32MP, Ini Daftar Harganya

Menarik Dibaca: Jadwal German Open 2026, 1 Wakil Indonesia Bertanding Perebutkan Tiket 16 Besar




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×