kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

AS berencana kerahkan kapal induk untuk jemput sisa pasukan di Afghanistan


Kamis, 22 April 2021 / 10:12 WIB
ILUSTRASI. USS Gerald R. Ford milik Angkatan Laut ini merupakan jenis kapal induk terbesar di dunia yang mampu menampung hingga 75 unit pesawat tempur.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Biden pada hari Rabu (14/4) resmi mengumumkan bahwa penarikan seluruh pasukan AS di Afghanistan akan dimulai pada 1 Mei mendatang. Keputusan ini sekaligus menandai berakhirnya perang panjang AS di kawasan tersebut.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Biden mengakui bahwa tujuan AS di Afghanistan sudah tidak lagi jelas selama dekade terakhir. Bagi Biden, saat ini AS sudah tidak memiliki tujuan yang jelas lagi di Afghanistan.

"Kami diserang. Kami berperang dengan tujuan yang jelas. Kami mencapai tujuan tersebut. Dan inilah saatnya mengakhiri perang selamanya," ungkap Biden.

Baru sekitar empat bulan menjabat sebagai presiden, Biden mengakui bahwa risiko kebijkan ini memang terlalu besar. Ia mengakui Al Qaeda mungkin akan bangkit kembali, atau pemberontak Taliban bisa saja menggulingkan pemerintah yang didukung AS di Kabul.

"Saya sekarang adalah presiden AS keempat yang memimpin kehadiran pasukan AS di Afghanistan. Saya tidak akan meneruskan tanggung jawab ini kepada yang kelima," lanjut Biden.

Selanjutnya: Biden berencana tarik 2.500 tentara AS di Afghanistan pada 11 September mendatang




TERBARU

[X]
×