kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.938   -104,00   -0,58%
  • IDX 6.363   43,40   0,69%
  • KOMPAS100 838   6,34   0,76%
  • LQ45 637   1,54   0,24%
  • ISSI 220   2,08   0,96%
  • IDX30 358   0,56   0,16%
  • IDXHIDIV20 437   -1,63   -0,37%
  • IDX80 96   0,58   0,61%
  • IDXV30 120   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 114   0,20   0,17%

AS bergabung dengan negara-negara Baltik menentang Rusia, ada apa?


Kamis, 23 Juli 2020 / 23:50 WIB


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

"Ini sejalan dengan hukum internasional dan negara pada waktu itu," sebut Putin dalam artikel untuk majalah The National Interest terbitan AS.

Uni Eropa dan NATO menuduh Rusia melakukan kampanye disinformasi untuk mencoba menggoyahkan Barat dengan mengeksploitasi perpecahan di masyarakat. Tapi, Rusia membantah taktik semacam itu.

Komisi Eropa mengatakan pada Januari lalu, mereka tidak akan mentolerir distorsi fakta-fakta bersejarah, setelah Putin menyarankan Polandia berbagi tanggungjawab memulai Perang Dunia II karena berkomplot dalam rencana Nazi Jerman pada 1938 untuk mengoyak-ngoyakan Cekoslowakia.

Baca Juga: Dikepung militer Rusia, Ukraina undang NATO gelar latihan militer bersama

Presiden Polandia Andrzej Duda menuduh Putin melakukan "kebohongan historis".

Pada 1989, selama periode glasnost atau keterbukaan Uni Soviet di bawah pimpinan Mikhail Gorbachev, Moskow mengecam pakta rahasia Soviet-Nazi tahun 1939 atas Polandia dan negara-negara Baltik yang memungkinkan Uni Soviet mencaplok wilayah tersebut.

Lithuania, Estonia, dan Latvia, semuanya meraih kemerdekaan dari Uni Soviet saat negara itu runtuh dan sekarang adalah anggota Uni Eropa dan NATO.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×