kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

AS kembali terbangkan pesawat bomber B-52 ke Timur Tengah


Kamis, 28 Januari 2021 / 11:51 WIB
ILUSTRASI. Pesawat bomber B-52 Stratofortress


Sumber: Al Jazeera | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Amerika Serikat (AS) kembali mengutus pesawat bomber B52. Stratofortress ke langit Timur Tengah pada hari Rabu (27/1). Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Komando Pusat AS (CENTCOM).

Kehadiran pesawat tersebut merupakan yang ketiga kalinya tahun ini dan yang pertama pada masa pemerintahan Joe Biden. Dua penerbangan sebelumnya terjadi menjelang Donald Trump turun tahta.

Melalui pernyataan resminya CENTCOM menyampaikan bahwa pesawat B-52 lepas landas dari negara bagian Louisiana dan berhasil menyelesaikan patroli kehadiran di Timur Tengah pada hari Rabu.

"Misi dimaksudkan untk menunjukkan kemampuan militer AS untuk mengerahkan kekuatan udara di mana pun di dunia untuk mencegah potensi agresi dan menegaskan komitmen AS terhadap keamanan kawasan," ungkap CENTCOM seperti dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga: Komandan militer Iran klaim telah miliki rudal yang cukup untuk lawan serangan AS

Menariknya, penerbangan ini terjadi satu hari setelah jenderal tinggi Israel merivisi strategi militernya terhadap Iran. Pihak Israel juga memperingatkan pemerintahan Biden agar tidak kembali ke perjanjian nuklir Iran.

Letnan Jenderal Israel Kochavi mengatakan pada hari Selasa (26/1) bahwa kembali ke perjanjian bersama Iran adalah keputusan yang buruk, terutama dari sudut pandang operasional dan strategis.

Di bawah pemerintahan Trump, AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran pada tahun 2018 lalu. Kini Biden berjanji untuk kembali bergabung bersama Iran.

Pihak Iran pun setuju untuk membatasi program nuklirnya asalkan bisa mendapatkan pembebasan dari sanksi embargo internasional yang mereka rasakan selama bertahun-tahun.

Selanjutnya: Lawan Iran, Israel siapkan rencana baru untuk operasional militer




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×