kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

AS kembali terbangkan pesawat bomber B-52 ke Timur Tengah


Kamis, 28 Januari 2021 / 11:51 WIB
AS kembali terbangkan pesawat bomber B-52 ke Timur Tengah
ILUSTRASI. Pesawat bomber B-52 Stratofortress


Sumber: Al Jazeera | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Amerika Serikat (AS) kembali mengutus pesawat bomber B52. Stratofortress ke langit Timur Tengah pada hari Rabu (27/1). Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Komando Pusat AS (CENTCOM).

Kehadiran pesawat tersebut merupakan yang ketiga kalinya tahun ini dan yang pertama pada masa pemerintahan Joe Biden. Dua penerbangan sebelumnya terjadi menjelang Donald Trump turun tahta.

Melalui pernyataan resminya CENTCOM menyampaikan bahwa pesawat B-52 lepas landas dari negara bagian Louisiana dan berhasil menyelesaikan patroli kehadiran di Timur Tengah pada hari Rabu.

"Misi dimaksudkan untk menunjukkan kemampuan militer AS untuk mengerahkan kekuatan udara di mana pun di dunia untuk mencegah potensi agresi dan menegaskan komitmen AS terhadap keamanan kawasan," ungkap CENTCOM seperti dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga: Komandan militer Iran klaim telah miliki rudal yang cukup untuk lawan serangan AS

Menariknya, penerbangan ini terjadi satu hari setelah jenderal tinggi Israel merivisi strategi militernya terhadap Iran. Pihak Israel juga memperingatkan pemerintahan Biden agar tidak kembali ke perjanjian nuklir Iran.

Letnan Jenderal Israel Kochavi mengatakan pada hari Selasa (26/1) bahwa kembali ke perjanjian bersama Iran adalah keputusan yang buruk, terutama dari sudut pandang operasional dan strategis.

Di bawah pemerintahan Trump, AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran pada tahun 2018 lalu. Kini Biden berjanji untuk kembali bergabung bersama Iran.

Pihak Iran pun setuju untuk membatasi program nuklirnya asalkan bisa mendapatkan pembebasan dari sanksi embargo internasional yang mereka rasakan selama bertahun-tahun.

Selanjutnya: Lawan Iran, Israel siapkan rencana baru untuk operasional militer


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×