kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.718   -65,00   -0,37%
  • IDX 6.638   42,30   0,64%
  • KOMPAS100 867   7,69   0,90%
  • LQ45 657   5,12   0,79%
  • ISSI 231   1,84   0,80%
  • IDX30 368   2,83   0,77%
  • IDXHIDIV20 454   3,28   0,73%
  • IDX80 99   0,85   0,87%
  • IDXV30 125   1,26   1,02%
  • IDXQ30 118   1,08   0,93%

AS Lancarkan Serangan Udara di Irak, Ketika Ketegangan Regional Memburuk


Rabu, 31 Juli 2024 / 14:39 WIB
ILUSTRASI. Kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS USS Laboon menembakkan rudal Tomahawk 14 April 2018. Angkatan Laut AS/Spesialis Komunikasi Massa Kelas 3 Kallysta Castillo/Handout via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Pasukan Mobilisasi Populer, kelompok paramiliter yang didukung negara dengan 150.000 anggota, didominasi oleh milisi bersenjata yang setia kepada Iran.

Irak, yang menjadi sekutu langka bagi AS dan Iran serta menampung 2.500 tentara AS, telah menyaksikan peningkatan serangan balasan sejak perang Israel-Hamas pecah pada Oktober. 

Irak berencana menarik pasukan koalisi pimpinan AS mulai September dan mengakhiri kerja sama pada September 2025, dengan beberapa pasukan AS kemungkinan tetap sebagai penasihat.

Baca Juga: PM Israel Netanyahu Tegaskan Tidak Ada Perubahan Kebijakan di Al-Aqsa

Masalah ini sangat dipolitisasi di Irak, dengan faksi politik yang pro-Iran berusaha mengusir pasukan AS, sementara pejabat AS berusaha menghindari memberikan kemenangan bagi Iran dan sekutunya.

Pasukan pimpinan AS menginvasi Irak pada 2003, menggulingkan Saddam Hussein, dan kembali pada 2014 untuk melawan ISIS sebagai pemimpin koalisi.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×