kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

AS Lancarkan Serangan Udara di Irak, Ketika Ketegangan Regional Memburuk


Rabu, 31 Juli 2024 / 14:39 WIB
AS Lancarkan Serangan Udara di Irak, Ketika Ketegangan Regional Memburuk
ILUSTRASI. Kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS USS Laboon menembakkan rudal Tomahawk 14 April 2018. Angkatan Laut AS/Spesialis Komunikasi Massa Kelas 3 Kallysta Castillo/Handout via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Pasukan Mobilisasi Populer, kelompok paramiliter yang didukung negara dengan 150.000 anggota, didominasi oleh milisi bersenjata yang setia kepada Iran.

Irak, yang menjadi sekutu langka bagi AS dan Iran serta menampung 2.500 tentara AS, telah menyaksikan peningkatan serangan balasan sejak perang Israel-Hamas pecah pada Oktober. 

Irak berencana menarik pasukan koalisi pimpinan AS mulai September dan mengakhiri kerja sama pada September 2025, dengan beberapa pasukan AS kemungkinan tetap sebagai penasihat.

Baca Juga: PM Israel Netanyahu Tegaskan Tidak Ada Perubahan Kebijakan di Al-Aqsa

Masalah ini sangat dipolitisasi di Irak, dengan faksi politik yang pro-Iran berusaha mengusir pasukan AS, sementara pejabat AS berusaha menghindari memberikan kemenangan bagi Iran dan sekutunya.

Pasukan pimpinan AS menginvasi Irak pada 2003, menggulingkan Saddam Hussein, dan kembali pada 2014 untuk melawan ISIS sebagai pemimpin koalisi.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×