kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

AS melunak, perusahaan Amerika boleh berkongsi lagi dengan Huawei


Selasa, 16 Juni 2020 / 17:10 WIB
ILUSTRASI. Bendera AS dan telepon pintar dengan logo jaringan Huawei dan 5G terlihat pada motherboard PC dalam foto ilustrasi yang diambil pada 29 Januari 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) akan mengubah larangannya terhadap perusahaan AS yang melakukan bisnis dengan Huawei, China, untuk memungkinkan mereka bekerja sama dalam menetapkan standar untuk jaringan 5G.

Sebelumnya, Reuters melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah itu, Departemen Perdagangan AS dan lembaga-lembaga federal lainnya menandatangani perubahan peraturan tersebut dan sedang menunggu publikasi dalam Daftar Federal.

Revisi aturan itu sudah Departemen Pedagangan AS kirim ke Daftar Federal pada Jumat (12/6) pekan lalu dan rencananya terbit pada  Selasa (16/6).

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengonfirmasi perubahan peraturan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Baca Juga: Mendapat tekanan dari AS, Huawei: Saat ini kuncinya adalah bertahan hidup

"Amerika Serikat tidak akan menyerahkan kepemimpinan dalam inovasi global," kata Ross. “Departemen Perdagangan berkomitmen untuk melindungi kepentingan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS, dengan mendorong industri AS untuk sepenuhnya terlibat dan mengadvokasi teknologi AS untuk menjadi standar internasional”.

Departemen Perdagangan AS secara terbuka mengumumkan langkah itu pada Senin (15/6). Mereka menyatakan, partisipasi AS dalam penetapan standar internasional memengaruhi masa depan 5G, kendaraan otonom, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi canggih lainnya.

Dalam industri telekomunikasi, Departemen Perdagangan AS mengharapkan, 5G atau jaringan nirkabel generasi kelima memberi segala dayanya, mulai transmisi video berkecepatan tinggi hingga mobil self-driving.

Juru bicara Huawei Michelle Zhou menolak berkomentar atas langkah AS mengubah larangannya terhadap perusahaan negeri uak Sam yang melakukan bisnis dengan Huawei.

Baca Juga: Bisa jadi senjata baru AS, terkuak hubungan dekat Huawei, Skycom Tech dan CFO Meng




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×