kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

AS memperluas suntikan booster COVID-19 Pfizer bagi anak berusia 16-17 tahun


Jumat, 10 Desember 2021 / 09:47 WIB
ILUSTRASI. Pfizer BioNTech. REUTERS/Marcelo del Pozo


Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Amerika Serikat memperluas akses suntikan booster COVID-19, karena negara itu menghadapi meningkatnya jumlah infeksi virus corona dan meningkatnya kekhawatiran atas potensi penyebaran varian Omicron baru.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka memperkuat rekomendasi suntikan booster dan mendorong semua orang berusia 16 tahun ke atas untuk menerima suntikan Pfizer-BioNTech tambahan.

Pengumuman itu muncul tak lama setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memberikan otorisasi darurat untuk anak berusia 16 dan 17 tahun untuk mendapatkan dosis ketiga vaksin Pfizer-BioNTech jika sudah setidaknya enam bulan sejak suntikan terakhir mereka.

Baca Juga: Rekor gelombang omicron, Afrika Selatan melaporkan hampir 20.000 kasus COVID-19

"Meskipun kami tidak memiliki semua jawaban tentang varian Omicron, data awal menunjukkan bahwa penguat COVID-19 membantu memperluas dan memperkuat perlindungan terhadap Omicron dan varian lainnya," kata Direktur CDC Rochelle Walensky dalam sebuah pernyataan.

“Kami tahu bahwa vaksin COVID-19 aman dan efektif, dan saya sangat menganjurkan remaja berusia 16 dan 17 tahun untuk mendapatkan booster mereka jika mereka setidaknya 6 bulan setelah seri vaksinasi Pfizer awal mereka,” tambahnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×