Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) mengungkapkan, Pemerintahan Trump telah memperingatkan seorang pejabat tinggi China bahwa Beijing harus segera melaksanakan komitmennya berdasarkan perjanjian perdagangan yang telah berusia hampir satu tahun, khususnya terkait pasokan tanah jarang (rare earths) dan mineral kritis lainnya, serta pembelian produk pertanian.
Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyampaikan desakan tersebut dalam sebuah pembicaraan telepon pada hari Jumat dengan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng.
Mereka meminta agar ketentuan dalam kesepakatan yang dicapai di Busan, Korea Selatan, pada November 2025 tersebut segera dilaksanakan, ungkap lembaga-lembaga AS tersebut.
Baca Juga: Setelah Penerbangan, Ancaman Bom Kini Sasar Stasiun Televisi Eropa
"Dalam pembicaraan tersebut, Duta Besar Greer menekankan betapa pentingnya bagi China untuk mengambil langkah konkret guna melaksanakan komitmen-komitmen sebelumnya secara penuh, terutama yang berkaitan dengan pembelian produk pertanian, tanah jarang, dan mineral kritis lainnya," ujar USTR dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Sabtu (7/11/2026).
Pembicaraan ini berlangsung menjelang dua pertemuan yang diperkirakan akan menjadi pertemuan terakhir tahun ini antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, yakni pada KTT pemimpin APEC di Shenzhen, 18-19 November, serta KTT pemimpin G20 di Miami pada 14-15 Desember.
Greer menyatakan bahwa pemerintahan Trump akan mengupayakan perdagangan yang seimbang dengan China dengan cara "memantau kepatuhan terhadap komitmen-komitmen sebelumnya, sekaligus menghadirkan manfaat jangka panjang bagi para petani, peternak, produsen, dan pekerja Amerika."
Greer, Bessent, dan sejumlah pejabat AS lainnya sering mengeluhkan kesulitan yang dihadapi perusahaan-perusahaan AS dalam memperoleh pasokan tanah jarang (rare earths) dan mineral kritis lainnya dari China dalam jumlah yang memadai.
Hal ini terjadi di bawah perjanjian Busan, yang dirancang untuk mencabut pembatasan yang diberlakukan pada tahun 2025—periode ketika eskalasi tarif meningkat tajam antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.
Perjanjian perdagangan Busan, yang akan berakhir pada 10 Januari, membatasi tarif AS terhadap barang-barang China—yang sebelumnya diterapkan selama masa jabatan kedua Trump—pada angka sekitar 20%.
China telah berkomitmen untuk membeli 25 juta metrik ton kedelai AS selama tiga tahun ke depan dan meningkatkan pembelian produk pertanian AS lainnya senilai $17 miliar.
Baca Juga: Lapangan Kerja AS Bertambah 165.000 pada Oktober, Pengangguran Turun ke 4,1%
"Saya menekankan pentingnya bagi Tiongkok untuk memenuhi komitmennya secara penuh dan segera, menyampaikan kekhawatiran terkait tindakan Tiongkok baru-baru ini, serta menegaskan bahwa kemajuan bergantung pada hasil yang nyata," ujar Bessent dalam sebuah unggahan di media sosial.
Departemen Keuangan AS menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Amerika Serikat akan "menilai secara cermat pelaksanaan kesepakatan tersebut oleh China."
Beijing telah mengisyaratkan bahwa konsesi tarif tetap menjadi inti dari tujuan mereka. Kementerian Perdagangan China pada hari Kamis menyatakan bahwa China terbuka untuk membeli lebih banyak produk pertanian AS, namun hanya jika kedua belah pihak melaksanakan kesepakatan pengurangan tarif secara timbal balik.
Menyusul pertemuan puncak antara Presiden Xi dan Presiden Trump di Washington pada bulan September, kedua pihak mengusulkan paket pengurangan tarif timbal balik senilai $60 miliar. Paket ini mencakup produk pertanian AS senilai sekitar $17 miliar yang diimpor oleh China pada tahun 2024, meskipun rencana tersebut belum difinalisasi.
Gedung Putih menyatakan pada bulan Mei bahwa Beijing telah sepakat untuk membeli produk pertanian AS senilai $17 miliar setiap tahun mulai tahun 2026, dengan target tahun ini disesuaikan secara proporsional. Pembelian tersebut merupakan tambahan dari komitmen yang dibuat pada bulan Oktober tahun lalu untuk membeli kedelai AS.













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
