kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

TSMC Cari Alternatif Komponen Tanah Jarang, Antisipasi Pembatasan Ekspor China


Kamis, 22 Oktober 2026 / 15:57 WIB
TSMC Cari Alternatif Komponen Tanah Jarang, Antisipasi Pembatasan Ekspor China
ILUSTRASI. Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), produsen chip canggih terbesar di duni (REUTERS/Ann Wang)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - TAIPEI/SINGAPURA. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen cip kontrak terbesar di dunia, tengah menjajaki penggunaan komponen alternatif yang tidak bergantung pada unsur tanah jarang (rare earth) untuk peralatan pabriknya.

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi risiko gangguan operasional akibat pembatasan ekspor China, menurut tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Upaya tersebut menjadi sinyal bahwa dominasi China dalam pasokan tanah jarang berpotensi menjadi titik rentan bagi industri semikonduktor global. Tahun lalu, China memberlakukan pengendalian ekspor terhadap sejumlah material tanah jarang, magnet, serta teknologi pemrosesan terkait yang mewajibkan eksportir mengantongi izin.

Magnet berbahan tanah jarang banyak digunakan pada motor yang menggerakkan komponen mesin industri. Teknologi ini juga terdapat dalam peralatan otomatisasi pabrik berteknologi tinggi, termasuk fasilitas produksi TSMC.

Kelangkaan komponen khusus tersebut berisiko mengganggu produksi cip yang digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari ponsel pintar, sistem kecerdasan buatan (AI), pusat data, hingga rantai pasok industri pertahanan.

Baca Juga: Nestle Catat Pertumbuhan Penjualan Organik 4% pada Kuartal III-2026

Menurut tiga eksekutif industri yang telah mendapat penjelasan mengenai rencana perusahaan, TSMC telah meminta para pemasok meninjau kemungkinan penggunaan motor bebas tanah jarang untuk peralatan otomatisasi pabrik.

Salah satu sumber menyebutkan, inisiatif tersebut didorong oleh kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan dari China.

Meski demikian, pembahasan masih berada pada tahap awal. Dua sumber menyatakan bahwa upaya tersebut belum menghasilkan penerapan secara luas atas peralatan yang tidak menggunakan komponen berbasis tanah jarang.

TSMC belum segera menanggapi permintaan komentar terkait rencana tersebut.

AS dan Taiwan Cari Alternatif Pasokan Tanah Jarang

Langkah TSMC sejalan dengan pernyataan Amerika Serikat (AS) dan Taiwan yang berupaya mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok tanah jarang dan mineral kritis dari China.

Pada Juni, Raymond F. Greene, Direktur American Institute in Taiwan, lembaga yang secara de facto menjalankan fungsi kedutaan AS di Taipei, mengatakan bahwa Washington bekerja sama dengan Taiwan dan mitra lainnya untuk mengembangkan sumber pasokan alternatif, memperluas kapasitas pemrosesan, serta membangun rantai pasok yang lebih tangguh.

Sementara itu, Menteri Perekonomian Taiwan Kung Ming-hsin pada Februari menyatakan bahwa pemerintah akan mendukung Industrial Technology Research Institute (ITRI), lembaga riset domestik Taiwan, dalam mengembangkan teknologi tanah jarang.

Baca Juga: Klub Sepak Bola Terkaya Eropa Makin Tajir, Pendapatan Komersial Jadi Andalan

Pemerintah Taiwan menargetkan pembangunan lini produksi percontohan dalam tiga tahun. Fasilitas tersebut diperkirakan dapat memenuhi sekitar 50% kebutuhan domestik Taiwan.

Menurut seorang sumber dari lembaga kajian yang berbasis di AS dan mengetahui pembahasan tersebut, pejabat AS menunjukkan ketertarikan khusus terhadap penelitian ITRI. Pemerintah AS juga telah mengadakan pembicaraan dengan lembaga tersebut mengenai diversifikasi rantai pasok mineral kritis.

Departemen Luar Negeri AS belum segera menanggapi permintaan komentar.

Dalam pernyataannya, ITRI mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Departemen Teknologi Industri di bawah Kementerian Perekonomian Taiwan untuk merencanakan proyek terkait tanah jarang. Namun, lembaga tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×