kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Setelah Penerbangan, Ancaman Bom Kini Sasar Stasiun Televisi Eropa


Jumat, 06 November 2026 / 23:10 WIB
Setelah Penerbangan, Ancaman Bom Kini Sasar Stasiun Televisi Eropa
ILUSTRASI. Ancaman Bom - Penerbangan Eropa (REUTERS/Geert Vanden Wijngaert)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Gelombang ancaman bom kembali mengganggu aktivitas sejumlah institusi di Eropa. Kali ini, ancaman yang memperingatkan bahwa "waktu terus berjalan" menyasar sejumlah stasiun televisi di berbagai negara Eropa pada Jumat (6/11/2026), hingga memicu evakuasi dan penghentian sementara siaran.

Mengutip Reuters, ancaman tersebut diterima sejumlah lembaga penyiaran, termasuk stasiun televisi Irlandia RTE, Sky di Inggris, serta Nova TV di Bulgaria. Meski demikian, pemeriksaan keamanan tidak menemukan bahan peledak di lokasi-lokasi yang terdampak.

Di RTE, sejumlah program siaran digantikan dengan musik dan pesan rekaman. Gangguan tersebut berlangsung hingga sekitar tiga jam.

Baca Juga: Data Tenaga Kerja AS Kuat, Harga Emas Dunia Terkoreksi 1%

Sementara itu, kantor berita Nova TV di Sofia, Bulgaria, sempat dievakuasi untuk pemeriksaan keamanan, tetapi aktivitas penyiaran tidak sampai dihentikan.

Ancaman terhadap stasiun televisi ini menyusul serangkaian ancaman bom palsu yang sebelumnya mengganggu penerbangan di sejumlah negara Eropa, mulai dari Serbia, Finlandia, hingga Spanyol.

Ancaman tersebut memaksa sejumlah pesawat mengalihkan rute, melakukan pendaratan darurat, serta menjalani pemeriksaan keamanan. Namun, sejauh ini tidak ditemukan bahan peledak.

Situasi tersebut menambah kekhawatiran terhadap keamanan di Eropa, di tengah meningkatnya kasus penipuan peretasan dan serangan siber dalam beberapa pekan terakhir, termasuk yang menyasar jaringan supermarket.

Salah satu surat elektronik yang diterima Nova TV dan RTE mengklaim bahwa sebuah bom telah dipasang di dalam gedung dan akan meledak dalam waktu 45 menit. Pesan tersebut juga menyatakan bahwa aksi itu dilakukan untuk menarik perhatian dunia.

Baca Juga: Lapangan Kerja AS Bertambah 165.000 pada Oktober, Pengangguran Turun ke 4,1%

"Kami ingin seluruh dunia mengetahui keberadaan kami, itulah sebabnya salah satu anggota kami telah memasang alat peledak di gedung Anda," demikian isi salah satu pesan tersebut. Pesan itu ditutup dengan peringatan, "Waktu terus berjalan."

Pengirim Ancaman Belum Teridentifikasi

Hingga kini, belum diketahui pihak yang berada di balik ancaman tersebut. Surat elektronik yang diterima RTE dan Nova TV menggunakan nama Mikhail Andropov.

Pengirimnya mengaku sebagai salah satu pemimpin kelompok yang bertanggung jawab atas rangkaian ancaman bom terhadap penerbangan pada pekan ini.

Pesan tersebut juga memperingatkan bahwa aksi sebelumnya hanya awal dari gangguan yang lebih besar terhadap Eropa.

Baca Juga: Gelombang Ancaman Bom Kembali Sasar Penerbangan Eropa, Ini Perkembangannya

Nama belakang Andropov sama dengan Yuri Andropov, mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet. Judul surat elektronik tersebut, "Message to the West", juga mengingatkan pada judul biografi Yuri Andropov, yakni New Challenge to the West.

Namun, belum jelas apakah penggunaan nama dan judul tersebut menunjukkan keterlibatan Rusia atau justru merupakan upaya untuk mengarahkan kecurigaan kepada Moskow.

Polisi mendatangi kantor redaksi Nova TV di Sofia dan melakukan pemeriksaan setelah seluruh gedung dievakuasi. Lokasi tersebut kemudian dinyatakan aman dan para karyawan kembali bekerja.

Di Irlandia, staf RTE juga diperbolehkan kembali ke kompleks kantor setelah polisi menyelesaikan pemeriksaan selama lebih dari tiga jam.

Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin mengatakan, badan-badan keamanan di Eropa belum dapat memastikan apakah ancaman terhadap penerbangan dan organisasi media tersebut dilakukan oleh individu atau merupakan bagian dari serangan terkoordinasi.

Baca Juga: Inflasi AS Masih Tinggi, The Fed Tegaskan Target 2% Jadi Prioritas

Menurut Martin, rangkaian kejadian tersebut menunjukkan betapa mudahnya aktivitas masyarakat terganggu melalui tindakan tidak konvensional yang dirancang untuk memicu ketakutan dan kecemasan.

"Kita harus tetap tenang," ujar Martin kepada radio RTE setelah program berita kembali disiarkan dari unit siaran luar studio.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×