Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – FRANKFURT. Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) menilai perekonomian AS masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tekanan ekonomi global. Meski pertumbuhan ekonomi tetap solid dan pasar tenaga kerja relatif stabil, tingkat inflasi dinilai masih terlalu tinggi sehingga perlu dikendalikan kembali ke target 2%.
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan, perekonomian AS mampu bertahan meskipun menghadapi sejumlah guncangan secara beruntun. Namun, tekanan inflasi masih menjadi perhatian utama bank sentral AS.
Kenaikan inflasi global terutama dipicu oleh perang AS dengan Iran yang mendorong harga energi lebih tinggi. Selain itu, lonjakan investasi pada teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) turut meningkatkan biaya sejumlah produk dan layanan yang berkaitan dengan teknologi informasi.
"Inflasi benar-benar terlalu tinggi. Inflasi sudah terlalu tinggi selama terlalu lama," ujar Williams dalam konferensi Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) di Frankfurt, Jumat (6/11).
Ia menegaskan, The Fed perlu memastikan inflasi kembali ke sasaran 2% secara tepat waktu dan berkelanjutan.
Baca Juga: Korban Serangan Rusia di Ukraina Bertambah Jadi 53 Orang
"Sangat penting bagi kami untuk membawa inflasi kembali ke target 2% secara tepat waktu dan berkelanjutan," katanya.
Meski demikian, Williams menilai fokus utama The Fed tidak hanya tertuju pada tingkat inflasi saat ini, tetapi juga arah pergerakan inflasi ke depan. Bank sentral perlu memastikan bahwa berbagai guncangan ekonomi yang terjadi tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih luas ataupun berlangsung lebih lama.
Menurut Williams, sejauh ini ekspektasi inflasi masyarakat masih terkendali dan belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang mengkhawatirkan.
"Untungnya, sejauh ini kami belum melihat hal tersebut terjadi dalam ekspektasi inflasi, yang masih tertambat dengan baik," ujarnya.
Selain itu, pertumbuhan upah di AS juga dinilai masih sejalan dengan target inflasi yang ditetapkan bank sentral.
"Kami melihat pertumbuhan upah yang menurut saya konsisten dengan target 2% kami," tambah Williams.
Baca Juga: Laba Piaggio, Produsen Vespa Melonjak 18% Ditopang Ekspansi Pasar Global
Terkait arah kebijakan moneter selanjutnya, Williams tidak memberikan sinyal secara spesifik mengenai keputusan suku bunga The Fed berikutnya.
Namun, ia menilai pernyataan kebijakan terakhir The Fed sudah tepat karena memberikan ruang bagi bank sentral untuk mengumpulkan lebih banyak informasi sebelum menentukan langkah kebijakan yang sesuai.
Sementara itu, pelaku pasar keuangan mulai memperhitungkan kemungkinan perubahan kebijakan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Pasar melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember telah melampaui 50%.
Bahkan, kenaikan suku bunga pada Maret mendatang telah sepenuhnya diperhitungkan oleh pasar keuangan.













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
