Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - International Monetary Fund (IMF) menilai, perekonomian Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid.
Dana Moneter Internasional itu juga mendukung keputusan bank sentral AS, Federal Reserve, yang mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan terakhir.
Juru bicara IMF, Julie Kozack, dalam konferensi pers rutin pada Kamis (25/6/2026) mengatakan, inflasi AS diperkirakan akan kembali menuju target 2% yang ditetapkan The Fed pada akhir 2027.
Baca Juga: Gelombang Panas Mematikan Landa Eropa, Inggris Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi Juni
Menurut Kozack, keputusan The Fed untuk menahan suku bunga pada pekan lalu merupakan langkah yang tepat di tengah kondisi ekonomi yang masih kuat namun inflasi belum sepenuhnya terkendali.
IMF juga menyambut komitmen kuat Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, dalam menjaga stabilitas harga.
Pertumbuhan Ekonomi AS Tetap Solid
Kozack menyoroti data terbaru yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I-2026 direvisi naik menjadi 2,1% secara tahunan (annualized), dari estimasi sebelumnya sebesar 1,6%.
Baca Juga: JPMorgan Tunjuk Dua Co-President Baru, Sinyal Suksesi Jamie Dimon Makin Menguat
Menurutnya, revisi tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi AS yang masih lebih baik dibanding banyak negara lain.
"Momentum pertumbuhan ekonomi AS tetap solid," ujar Kozack.
Ia menjelaskan, sejumlah faktor yang menopang pertumbuhan antara lain meningkatnya konsumsi pemerintah, kuatnya investasi domestik, serta produktivitas tenaga kerja yang tetap tinggi.
Kondisi tersebut menjadikan ekonomi AS relatif lebih tangguh dibandingkan negara-negara lain yang masih menghadapi perlambatan pertumbuhan.
Inflasi Masih Tinggi, Tapi Diperkirakan Melandai
Meski demikian, IMF mengakui tingkat inflasi AS masih berada di atas target 2% yang ditetapkan The Fed.
Namun, lembaga tersebut memperkirakan tekanan inflasi akan terus mereda dalam beberapa tahun ke depan hingga kembali ke target pada akhir 2027.
Baca Juga: Pasar Kerja AS Bikin Kejutan, Klaim Pengangguran Anjlok ke 215.000
Dengan prospek tersebut, IMF menilai The Fed belum perlu terburu-buru mengubah arah kebijakan moneternya.
"Karena dinamika tersebut, kami menilai The Fed sudah tepat mempertahankan suku bunga kebijakan saat ini," kata Kozack.
Ia menambahkan, setiap langkah kebijakan selanjutnya perlu dilakukan secara hati-hati dan disesuaikan dengan perkembangan data ekonomi yang masuk.
IMF Minta The Fed Tetap Waspada
IMF menegaskan bahwa kebijakan moneter ke depan harus tetap bergantung pada data (data dependent), terutama terkait perkembangan inflasi, pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Pesanan Barang Modal Inti AS Melonjak pada Mei, Sinyalkan Investasi Bisnis Tetap Kuat
Pandangan IMF ini sejalan dengan sikap The Fed yang masih berhati-hati di tengah inflasi yang bertahan di level tinggi serta ketidakpastian ekonomi global, termasuk dampak konflik geopolitik dan fluktuasi harga energi.
Dengan ekonomi yang masih tumbuh kuat dan inflasi yang diperkirakan menurun secara bertahap, IMF menilai pendekatan wait and see yang ditempuh The Fed saat ini merupakan strategi yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi AS.














