AS mengakui ada kesalahan dalam serangan drone yang tewaskan 10 warga sipil di Kabul

Kamis, 04 November 2021 | 14:09 WIB Sumber: Reuters
AS mengakui ada kesalahan dalam serangan drone yang tewaskan 10 warga sipil di Kabul

ILUSTRASI. Prajurit Taliban berdiri di depan tulisan Bandara Internasional Kabul di Kabul, Afganistan, Kamis (9/9/2021).


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengakui ada kesalahan dalam serangan drone di Kabul yang menewaskan 10 warga sipil pada Agustus lalu. Salah satunya adalah tidak menyadari kehadiran anak-anak beberapa saat sebelum serangan itu.

Dalam laporan penyelidikannya, Pentagon mengatakan, serangan tersebut menargetkan seorang pengebom bunuh diri ISIS yang menjadi ancaman bagi pasukan pimpinan AS di Bandara Kabul saat menyelesaikan tahap terakhir penarikan mereka dari Afghanistan.

Pada 29 Agustus lalu, militer AS menembakkan rudal Hellfire ke sedan putih yang dikendarai oleh Zemari Ahmadi, seorang warga sipil, di Kabul. Sebanyak 10 anggota keluarga Ahmadi tewas dalam serangan, yang awalnya diklaim AS dilakukan dengan benar, tersebut.

Baca Juga: Taliban resmi melarang penggunaan mata uang asing di Afghanistan

Dilansir dari Reuters, jatuhnya korban sipil dalam serangan tersebut disebabkan oleh kesalahan eksekusi, menafsirkan informasi yang mendukung sudut pandang tertentu, dan gangguan komunikasi.

"Sungguh kesalahan yang disesalkan. Ini kesalahan yang jujur," kata Letnan Jenderal Sami Said, Inspektur Jenderal Angkatan Udara AS.

Saat melakukan tinjauan data dan rekaman video, tim investigasi menemukan bukti ada satu anak di dekat target sekitar dua menit sebelum pelatuk ditarik pada serangan drone.

Said, yang memimpin investigasi, mengakui, kehadiran anak tersebut memang sangat mudah untuk dilewatkan pada saat serangan dilakukan. Sosoknya baru terlihat jelas melalui rekaman video pemantau.

Baca Juga: Taliban: AS melanggar semua hukum internasional dengan mengirim drone

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru