Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Departemen Energi Amerika Serikat (AS) atau US Departement of Energy sedang mempertimbangkan pemotongan ratusan juta dolar dana hibah untuk dua proyek hub energi bersih di Texas dan Louisiana.
Lebih detail, proyek-proyek ini yang bertujuan untuk mendemonstrasikan teknologi penangkapan karbon atau Carbon Capture dari atmosfer dalam skala komersial.
Melansir Reuters, Selasa (2/4) sebelumnya melalui Direct Air Capture (DAC), yang merupakan teknologi yang dikembangkan sebagai upaya mantan Presiden Joe Biden untuk memangkas emisi gas rumah kaca AS, ditargetkan dua hub tersebut dapat menghilangkan lebih dari 2 juta metrik ton emisi karbon per tahun, jauh lebih banyak daripada pabrik DAC terbesar di dunia yang saat ini beroperasi di Islandia.
Baca Juga: Pejabat Rusia Dikabarkan akan Temui Utusan Trump, Ada Apa?
Hub pertama adalah Project Cypress di Louisiana, yang dijalankan oleh firma penelitian dan pengembangan Battelle, Climeworks Corporation, dan Heirloom Carbon Technologies.
Serta South Texas DAC Hub, yang diusulkan oleh Occidental Petroleum (OXY.N), anak perusahaan 1PointFive, Carbon Engineering, dan firma teknik Worley.
Proyek-proyek tersebut ada dalam daftar program era Biden, namun ditargetkan untuk dihapuskan guna mendanai pemotongan pajak dalam RUU rekonsiliasi anggaran Kongres, yang sedang ditinjau oleh Menteri Energi Chris Wright.
Kedua proyek hub ini tersebut masing-masing menerima dana US$ 550 juta dan US$ 500 juta di bawah Biden, tetapi sejauh ini baru menerima pendanaan tahap pertama masing-masing sebesar US$ 50 juta.
Baca Juga: Gedung Putih Pastikan Trump akan Tetap Merilis Tarif Baru pada Rabu (2/4)
Seorang juru bicara Departemen Energi mengatakan bahwa mereka sedang melakukan peninjauan di seluruh departemen untuk memastikan program-program tersebut selaras dengan prioritas pemerintahan Trump.
“Peninjauan ini masih berlangsung, dan spekulasi oleh sumber anonim tentang hasil peninjauan tersebut hanyalah spekulasi,” kata juru bicara tersebut.
Sekitar 20 proyek penelitian DAC yang lebih kecil yang diidentifikasi oleh pemerintahan Biden untuk mendapatkan hibah juga tidak berada dalam daftar, dan statusnya tidak jelas, kata sumber tersebut.