kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

AS Pertimbangkan Pemangkasan Pendanaan dalam Program Energi Bersih


Rabu, 02 April 2025 / 14:22 WIB
AS Pertimbangkan Pemangkasan Pendanaan dalam Program Energi Bersih
ILUSTRASI. US Departement of Energy sedang mempertimbangkan pemotongan ratusan juta dolar dana hibah untuk 2 proyek hub energi bersih di Texas dan Louisiana. REUTERS/Todd Korol


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Departemen Energi Amerika Serikat (AS) atau US Departement of Energy sedang mempertimbangkan pemotongan ratusan juta dolar dana hibah untuk dua proyek hub energi bersih di Texas dan Louisiana.

Lebih detail, proyek-proyek ini yang bertujuan untuk mendemonstrasikan teknologi penangkapan karbon atau Carbon Capture dari atmosfer dalam skala komersial.

Melansir Reuters, Selasa (2/4) sebelumnya melalui Direct Air Capture (DAC), yang merupakan teknologi yang dikembangkan sebagai upaya mantan Presiden Joe Biden untuk memangkas emisi gas rumah kaca AS, ditargetkan dua hub tersebut dapat menghilangkan lebih dari 2 juta metrik ton emisi karbon per tahun, jauh lebih banyak daripada pabrik DAC terbesar di dunia yang saat ini beroperasi di Islandia.

Baca Juga: Pejabat Rusia Dikabarkan akan Temui Utusan Trump, Ada Apa?

Hub pertama adalah Project Cypress di Louisiana, yang dijalankan oleh firma penelitian dan pengembangan Battelle, Climeworks Corporation, dan Heirloom Carbon Technologies.

Serta South Texas DAC Hub, yang diusulkan oleh Occidental Petroleum (OXY.N), anak perusahaan 1PointFive, Carbon Engineering, dan firma teknik Worley.

Proyek-proyek tersebut ada dalam daftar program era Biden, namun ditargetkan untuk dihapuskan guna mendanai pemotongan pajak dalam RUU rekonsiliasi anggaran Kongres, yang sedang ditinjau oleh Menteri Energi Chris Wright.

Kedua proyek hub ini tersebut masing-masing menerima dana US$ 550 juta dan US$ 500 juta di bawah Biden, tetapi sejauh ini baru menerima pendanaan tahap pertama masing-masing sebesar US$ 50 juta.

Baca Juga: Gedung Putih Pastikan Trump akan Tetap Merilis Tarif Baru pada Rabu (2/4)

Seorang juru bicara Departemen Energi mengatakan bahwa mereka sedang melakukan peninjauan di seluruh departemen untuk memastikan program-program tersebut selaras dengan prioritas pemerintahan Trump.

“Peninjauan ini masih berlangsung, dan spekulasi oleh sumber anonim tentang hasil peninjauan tersebut hanyalah spekulasi,” kata juru bicara tersebut.

Sekitar 20 proyek penelitian DAC yang lebih kecil yang diidentifikasi oleh pemerintahan Biden untuk mendapatkan hibah juga tidak berada dalam daftar, dan statusnya tidak jelas, kata sumber tersebut.

Selanjutnya: Robert Kiyosaki: Menabung dalam Uang Tunai adalah Pilihan yang Buruk! Ini Alasannya

Menarik Dibaca: Pilih Redmi Note 13 5G atau Redmi Note 14 Pro? Ini Perbandingan Spesifikasinya


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×