kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45868,39   -1,11   -0.13%
  • EMAS947.000 1,07%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

AS: Rusia blokir kapal perang negara lain di Laut Hitam, ini sangat meresahkan


Selasa, 20 April 2021 / 16:30 WIB
AS: Rusia blokir kapal perang negara lain di Laut Hitam, ini sangat meresahkan


Sumber: TASS,Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas rencana Rusia memblokir kapal Angkatan Laut negara lain di perairan teritorial mereka di Laut Hitam.

"Amerika Serikat mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam atas rencana Rusia untuk memblokir kapal Angkatan Laut asing dan kapal negara di beberapa bagian Laut Hitam," kata Departemen Luar Negeri AS, Senin (19/4).

"Ini mewakili eskalasi tak beralasan lainnya dalam kampanye berkelanjutan Moskow untuk merusak dan mengguncang Ukraina," ujar Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip TASS.

Departemen Luar Negeri AS menyebutkan, langkah Rusia tersebut "sangat meresahkan di tengah laporan yang kredibel tentang penumpukan pasukan Rusia" di perbatasan dengan Ukraina.

Menurut buletin Departemen Navigasi dan Oseanografi Kementerian Pertahanan Rusia, pada 24 April-31 Oktober, navigasi kapal Angkatan Laut asing dan kapal negara lainnya di beberapa bagian Laut Hitam di perairan teritorial Rusia akan ditangguhkan. 

Baca Juga: Amerika sebut pasukan Rusia di perbatasan Ukraina lebih besar dari 2014

Tapi, dokumen tersebut tidak menyebutkan alasan khusus penangguhan tersebut.

Sementara juru bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby menyatakan, peningkatan militer Moskow di perbatasan Ukraina lebih besar dari 2014, ketika Rusia menginvasi Krimea, menggambarkan pengerahan itu sebagai "sangat serius".

"Ini adalah penumpukan terbesar yang kami lihat sejak 2014, yang mengakibatkan pelanggaran kedaulatan Ukraina dan integritas teritorial," kata Kirby dalam konferensi pers. "Ini pasti lebih besar dari yang terakhir di tahun 2014".

"Saya tidak akan membahas jumlah atau formasi pasukan tertentu dalam hal penambahan Rusia," ujarnya seperti dikutip Channel News Asia. "Kami terus melihat penumpukan itu, seperti sebelumnya, sangat mengkhawatirkan kami".

"Kami tidak percaya bahwa penumpukan tersebut kondusif bagi keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dengan Ukraina, dan tentu saja tidak di Krimea yang diduduki (Rusia)," imbuh Kirby.

Selanjutnya: Di tengah ketegangan dengan Ukraina, Marinir Rusia gelar latihan invasi wilayah musuh




TERBARU

[X]
×