AS Siap Memasok Sistem Pertahanan Rudal ke Irak untuk Menghadapi Iran

Senin, 14 Maret 2022 | 10:48 WIB Sumber: Reuters
AS Siap Memasok Sistem Pertahanan Rudal ke Irak untuk Menghadapi Iran

ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi di Oval Office di Gedung Putih di Washington, AS, 26 Juli 2021.


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan pada hari Minggu (13/3) menegaskan bahwa AS sedang berupaya menyediakan sistem pertahanan Rudal untuk Irak di tengah gempuran serangan dari Iran.

Kepada CBS, Sullivan mengatakan AS akan melakukan apa pun untuk membela rakyat, kepentingan, dan sekutunya. Ia juga mengutuk serangan rudal balistik Iran di ibu kota wilayah Kurdi utara Irak, Erbil.

"Kami sedang berkonsultasi dengan pemerintah Irak dan pemerintah di Kurdistan Irak, sebagian untuk membantu mereka mendapatkan kemampuan pertahanan rudal untuk dapat mempertahankan diri di kota mereka," kata Sullivan, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Ketegangan di Eropa Timur dan Timur Tengah Mendorong Kenaikan Harga Minyak

Pengawal Revolusi Iran mengaku bertanggung jawab atas selusin rudal balistik yang menghantam Erbil pada hari Minggu dini hari waktu setempat. 

Rudal-rudal yang dilaporkan menargetkan konsulat AS serta situs lainnya. Namun, Sullivan memastikan bahwa tidak ada warga AS yang terluka dalam serangan itu.

"Kami akan mendukung Pemerintah Irak dalam meminta pertanggungjawaban Iran, dan kami akan mendukung mitra kami di seluruh Timur Tengah dalam menghadapi ancaman serupa dari Iran," lanjut Sullivan.

Baca Juga: AS Siapkan Sanksi Baru bagi Keluarga Pejabat hingga Miliarder Rusia

Penempatan pasukan AS di kompleks Bandara Internasional Erbil mendapat kecaman dari Iran. Kehadirannya disambut dengan serangan roket dan pesawat tak berawak. Namun, serangan semacam itu tidak terjadi lagi selama beberapa bulan terakhir

Ketika ditanya mengenai negosiasi perjanjian nuklir dengan Iran yang sudah menemui jalan buntu, Sullivan menegaskan bahwa Presiden Joe Biden tetap berkomitmen kuat untuk menghentikan Iran memperoleh senjata nuklir.

"Satu-satunya hal yang lebih berbahaya daripada Iran yang dipersenjatai dengan rudal balistik dan kemampuan militer canggih adalah Iran yang memiliki semua itu dan senjata nuklir," kata Sullivan.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru