kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.921   -74,00   -0,44%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

AS Targetkan Terminal Penyimpanan Minyak China dalam Sanksi Baru Terkait Iran


Jumat, 11 April 2025 / 06:46 WIB
AS Targetkan Terminal Penyimpanan Minyak China dalam Sanksi Baru Terkait Iran
ILUSTRASI. AS memberlakukan sanksi pada jaringan perdagangan minyak Iran pada hari Kamis


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi pada jaringan perdagangan minyak Iran pada hari Kamis, termasuk pada terminal penyimpanan minyak mentah yang berbasis di China, yang terhubung melalui jaringan pipa ke kilang independen.

Pemerintahan Trump juga menunjuk kelompok yang berbasis di India dan Uni Emirat Arab yang tankernya telah mengangkut minyak Iran.

AS memberlakukan sanksi pada Guangsha Zhoushan Energy Group Co, LTD yang dikatakannya mengoperasikan terminal minyak mentah dan produk minyak bumi di Pulau Huangzeshan di Zhoushan, China. 

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, terminal tersebut terhubung langsung melalui Pipa Minyak Bawah Laut Huangzeshan Yushan ke kilang minyak independen di dekatnya yang dikenal sebagai pabrik "teapot". 

Baca Juga: Dua Hari Setelah Trump Umumkan Rencana Perundingan, AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran

Terminal tersebut secara sadar terlibat dalam pembelian, akuisisi, penjualan, pengangkutan, atau pemasaran minyak dari Iran, katanya. 

Itu adalah putaran sanksi terbaru Washington terhadap Iran sejak Presiden Donald Trump mengatakan pada bulan Februari bahwa ia memberlakukan kembali kampanye "tekanan maksimum" termasuk upaya untuk menekan ekspor minyak negara itu hingga nol untuk mencegahnya mendapatkan senjata nuklir. 

Sanksi tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan AS akan mengadakan pembicaraan langsung dengan Iran pada hari Sabtu di Oman. 

Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Iran akan berada dalam "bahaya besar" jika pembicaraan tersebut tidak berhasil.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×