kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

AS Targetkan Terminal Penyimpanan Minyak China dalam Sanksi Baru Terkait Iran


Jumat, 11 April 2025 / 06:46 WIB
ILUSTRASI. AS memberlakukan sanksi pada jaringan perdagangan minyak Iran pada hari Kamis


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi pada jaringan perdagangan minyak Iran pada hari Kamis, termasuk pada terminal penyimpanan minyak mentah yang berbasis di China, yang terhubung melalui jaringan pipa ke kilang independen.

Pemerintahan Trump juga menunjuk kelompok yang berbasis di India dan Uni Emirat Arab yang tankernya telah mengangkut minyak Iran.

AS memberlakukan sanksi pada Guangsha Zhoushan Energy Group Co, LTD yang dikatakannya mengoperasikan terminal minyak mentah dan produk minyak bumi di Pulau Huangzeshan di Zhoushan, China. 

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, terminal tersebut terhubung langsung melalui Pipa Minyak Bawah Laut Huangzeshan Yushan ke kilang minyak independen di dekatnya yang dikenal sebagai pabrik "teapot". 

Baca Juga: Dua Hari Setelah Trump Umumkan Rencana Perundingan, AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran

Terminal tersebut secara sadar terlibat dalam pembelian, akuisisi, penjualan, pengangkutan, atau pemasaran minyak dari Iran, katanya. 

Itu adalah putaran sanksi terbaru Washington terhadap Iran sejak Presiden Donald Trump mengatakan pada bulan Februari bahwa ia memberlakukan kembali kampanye "tekanan maksimum" termasuk upaya untuk menekan ekspor minyak negara itu hingga nol untuk mencegahnya mendapatkan senjata nuklir. 

Sanksi tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan AS akan mengadakan pembicaraan langsung dengan Iran pada hari Sabtu di Oman. 

Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Iran akan berada dalam "bahaya besar" jika pembicaraan tersebut tidak berhasil.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×