kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

AS tempatkan rudal di Asia, Rusia: Bisa bahayakan pencegah nuklir kami


Sabtu, 19 September 2020 / 07:35 WIB
AS tempatkan rudal di Asia, Rusia: Bisa bahayakan pencegah nuklir kami
ILUSTRASI. Rudal Balistik Antarbenua (ICBM) milik Rusia.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Menurut Antonov, penarikan AS dari Traktat Kekuatan Nuklir Jangka Menengah (INF) Rusia-AS pada Agustus 2019 menyebabkan "runtuhnya perjanjian yang penting bagi stabilitas dan keamanan global ini". 

Akibatnya, dia menambahkan, langkah AS yang salah tersebut mempersulit upaya untuk mencegah peningkatan perlombaan senjata rudal. "Saya ingin menekankan, Rusia telah mengambil langkah konkret untuk mencegah situasi tergelincir ke dalam krisis," tegas Antonov. 

Baca Juga: Saat ketegangan Laut China Selatan mereda, giliran Laut Hitam memanas

"Pada Februari 2019, negara kami membuat komitmen sepihak untuk tidak menurunkan rudal jarak menengah dan jarak pendek berbasis darat di wilayah mana pun di dunia, termasuk Asia, hingga sistem Amerika semacam ini ditempatkan di sana," imbuhnya. 

"Kami menyesalkan, inisiatif Rusia untuk memberlakukan moratorium serupa ditolak mentah-mentah oleh Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya," sebut dia. 

Selain itu, Departemen Pertahanan AS alias Pentagon berkembang pesat dan telah menguji dua kali sistem yang sebelumnya dilarang berdasarkan INF. 

"Pejabat Amerika Serikat secara berkala menyatakan niat mereka untuk melakukan itu, menyebarkan rudal tersebut di kawasan Asia-Pasifik sesegera mungkin," kata Antonov.

Selanjutnya: Dekati perbatasan, jet tempur Rusia cegat dua pembom strategis AS

Ditolak mentah-mentah oleh AS




TERBARU

[X]
×