Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Perusahaan farmasi Jepang Astellas Pharma Inc mengakuisisi perusahaan pembuat obat asal AS yakni Audentes Therapeutics senilai US$ 3 miliar dalam bentuk tunai. Tawaran harga tinggi lantaran Astellas ingin menjadikan obat-obatan genetik sebagai ladang utama pertumbuhan perusahaan.
Terapi gen merupakan satu jenis penelitian terpopuler dan Astellas sebagai produsen obat terbesar kedua di Jepang menawar saham Audentes US$ 60 per lembar saham. Tawaran itu premium yakni 110% dari harga penutupan Senin (2/12).
Baca Juga: Ciputra Group melihat peluang kenaikan permintaan ruko di Panakkukan Makassar
Analis Citi Hidemaru Yamaguchi mengatakan, langkah Astellas tersebut positif karena Audentes memiliki modalities terapi gen mutakhir.
"Kami pikir tinggal masalah waktu sebelum Astellas masuk pasar terapi gen. Perusahaan itu sudah melisensikan hak pengembangan terapi gen domestik di Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)," kata Yamaguchi dikutip Reuters, Selasa (3/12).
Terapi gen bertujuan penyembuhan penyakit dengan mengganti versi gen yang hilang atau bermutasi yang ditemukan dalam sel pasien dengan salinan sehat.
Baca Juga: Peringati hari antikorupsi sedunia, ini pesan Sri Mulyani ke jajaran Kemenkeu
Dengan potensi menyebuhkan penyakit dalam dosis tunggal, Astellas membenarkan menerapkan harga di atas US$ 1 juta per pasien.
CFO Astellas Naoki Okamura saat melakukan media briefing di Tokyo mengatakan, dengan akuisisi tersebut, Astellas tidak hanya akan memperoleh program-program Audentes tetapi juga pengetahuan manufaktur yang dipatenkannya dalam terapi gen.
"Kemampuan manufaktur internal adalah kekuatan besar bagi perusahaan dengan banyak program dalam pengembangan." katanya.
Baca Juga: IGAR bakal dorong efisiensi untuk tingkatkan perolehan laba bersih di 2020
Obat-obatan genetika akan menjadi fokus utama kelima bagi Astellas, bergabung dengan lini bisnis eksisiting yakni regeneratif, imuno-onkologi, imunoterapi, dan kedokteran otot-saraf.
Akuisisi ini menandai rekor terbesar kedua untuk Astellas setelah pembelian OSI Pharmaceuticals Inc tahun 2010 sebesar US$ 3,8 miliar. Astellas menargetkan kesepakatan akuisisi itu bisa rampung pada kuartal I 2020.
Obat investigasi Audentes, AT132, sedang dikembangkan untuk mengobati kelainan neuromuskuler genetik langka yang menghasilkan kelemahan otot ekstrem, gagal napas, dan dalam beberapa kasus kematian dini.
Baca Juga: Mumpung Rupiah Lagi Stabil, Anak KLBF Memborong Bahan Baku Obat
Astellas mengatakan perusahaan berencana untuk meminta persetujuan FDA untuk AT312 pada pertengahan 2020. Obat tersebut telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengobatan miopati terkait-X terkait (XLMTM) yang terlihat terutama pada bayi laki-laki.
Analis Jefferies Stephen Barker mengatakan, sekitar 40 anak laki-laki yang lahir di AS dengan kondisi ini setiap tahun sehingga akan menghasilkan pendapatan hanya US$ 80 juta dengan asumsi harga maksimum untuk perawatan.
"Oleh karena itu harga akuisisi US$ 3 miliar lebih cenderung didasarkan pada platform teknologi perusahaan dan kemampuan manufaktur," katanya.













