kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Atasi pandemi, AS akan donasikan 500 juta dosis vaksin Pfizer ke 100 negara


Kamis, 10 Juni 2021 / 07:02 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden akan umumkan rencana AS untuk donasikan 500 juta vaksin Pfizer ke 100 negara


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana untuk menyumbangkan 500 juta dosis vaksin virus corona Pfizer ke hampir 100 negara selama dua tahun ke depan. Hal tersebut diungkapkan tiga sumber yang mengetahui masalah ini kepada Reuters, Rabu (9/6).

Pemerintaan Joe Biden kemungkinan akan mendistribusikan 200 juta dosis di tahun ini dan 300 juta lagi pada paruh pertama tahun depan ke 92 negara berpendapatan rendah dan negara di kawasan Afrika, kata sumber tersebut. 

Donasi akan melalui program vaksin COVAX yang mendistribusikan vaksin Covid-19 ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Program ini dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI).

GAVI tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Presiden Joe Biden akan mengumumkan kesepakatan tersebut pada hari Kamis (10/6) dalam pertemuan Kelompok Tujuh (G7) yang digelar di Inggris, tambah salah satu sumber. 

Baca Juga: Amerika akan sumbangkan 750.000 vaksin ke Taiwan

Kesepakatan itu dinegosiasikan selama empat minggu terakhir oleh koordinator respons Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients dan tim gugus tugas virus corona, lanjut salah satu sumber.

Sebelumnya, CNBC melaporkan bahwa AS juga berbicara dengan Moderna Inc tentang membeli beberapa dosis vaksin Covid-19 untuk disumbangkan ke negara lain.

Seorang juru bicara Moderna mengatakan, perusahaan tertarik untuk memberikan vaksin Covid-19 kepada pemerintah AS untuk diberikan kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah tetapi menolak mengomentari diskusi lebih lanjut.

Gedung Putih dan Pfizer masih menolak berkomentar terkait rencana tersebut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×