kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Aturan Tes 5 Tahun, Kunci Membangun Kekayaan ala Warren Buffett


Selasa, 20 Agustus 2024 / 05:17 WIB
ILUSTRASI. Warren Buffett merupakan salah satu orang terkaya di dunia, dengan kekayaan bersih saat ini yang dilaporkan sekitar US$ 134 miliar. REUTERS/Scott Morgan


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Warren Buffett adalah salah satu investor paling terkenal dan populer sepanjang masa. 

Warren Buffett merupakan salah satu orang terkaya di dunia, dengan kekayaan bersih saat ini yang dilaporkan sekitar US$ 134 miliar.

Melansir Nasdaq.com, selama masa jabatannya sebagai CEO Berkshire Hathaway, laba tahunan rata-rata perusahaan telah melonjak lebih dari dua kali lipat laba pasar secara keseluruhan. 

Lantas, apa kunci kesuksesan Buffett?

Di antara sekian banyak aturan investasinya yang sering dikutip adalah "tes 5 tahun".

Penasaran seperti apa?

Pengertian aturan tes 5 tahun

Aturan tes 5 tahun Buffett, yang juga disebut ujian US$ 1, adalah analisis tentang bagaimana sebuah perusahaan mengalokasikan modalnya. 

Dengan kata lain, Buffett ingin tahu apakah sebuah perusahaan dapat menghasilkan nilai pemegang saham dengan laba yang diperolehnya dalam jangka waktu yang cukup lama.

Secara khusus, dalam booklet tahun 1996 yang diterbitkan Buffett kepada para pemegang sahamnya, ia menjelaskannya seperti ini, dengan merujuk pada kinerja Berkshire Hathaway sendiri:

Baca Juga: 6 Cara Memanfaatkan Kehancuran Ekonomi untuk Keuntungan Pribadi ala Robert Kiyosaki

"Aturan tes lima tahun tersebut seharusnya: (1) selama periode tersebut apakah perolehan nilai buku kami melebihi kinerja S&P; dan (2) apakah saham kami secara konsisten dijual dengan premi terhadap nilai buku, yang berarti bahwa setiap US$ 1 dari laba ditahan selalu bernilai lebih dari US$ 1? Jika uji coba ini terpenuhi, laba ditahan masuk akal." 

Laba ditahan pada dasarnya adalah laba perusahaan yang diinvestasikan kembali ke dalam bisnis. Jadi, pengertian secara sederhana adalah bahwa baik untuk perusahaannya sendiri maupun untuk perusahaan tempat ia berinvestasi, ia ingin melihat bahwa nilai saham melebihi jumlah laba yang ditahan perusahaan, atau digunakan untuk pertumbuhannya. 

Jika gagal melakukannya selama periode lima tahun, maka itu bukanlah investasi yang menarik.

Baca Juga: 5 Pesan Keuangan Warren Buffett untuk Saudara Perempuannya Bertie & Orang yang Cerdas




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×