kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.404.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.245
  • IDX 7.314   -8,12   -0,11%
  • KOMPAS100 1.146   -0,08   -0,01%
  • LQ45 923   0,02   0,00%
  • ISSI 219   1,20   0,55%
  • IDX30 461   -1,29   -0,28%
  • IDXHIDIV20 553   -2,77   -0,50%
  • IDX80 129   0,20   0,16%
  • IDXV30 130   -1,13   -0,86%
  • IDXQ30 155   -0,81   -0,52%

Australia: APT40, Kelompok Hacker yang Didukung China di Balik Kejahatan Siber


Selasa, 09 Juli 2024 / 12:41 WIB
Australia: APT40, Kelompok Hacker yang Didukung China di Balik Kejahatan Siber
ILUSTRASI. Hacker. (Photo by Jakub Porzycki/NurPhoto)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Badan keamanan siber pemerintah Australia pada hari Selasa (9/7) menuduh, kelompok peretas yang didukung China mencuri kata sandi dan nama pengguna dari dua jaringan Australia yang tidak disebutkan namanya pada tahun 2022.

Badan tersebut menambahkan bahwa kelompok tersebut masih menjadi ancaman.

Laporan bersama yang dipimpin oleh Pusat Keamanan Siber Australia mengatakan bahwa para peretas, yang diberi nama APT40, telah melakukan operasi siber jahat untuk Kementerian Keamanan Negara China, badan utama yang mengawasi intelijen asing.

Baca Juga: Peretasan, Investasi dan Pembaruan Hukum

"Kegiatan dan teknik ini tumpang tindih dengan kelompok yang dilacak sebagai Ancaman Persisten Tingkat Lanjut (APT) 40," kata laporan tersebut, yang melibatkan masukan dari badan keamanan siber utama dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, dan Jerman.

Kedutaan Besar China di Australia belum segera menanggapi permintaan komentar.

Pejabat AS dan Inggris pada bulan Maret menuduh Beijing melakukan spionase siber yang diduga melibatkan jutaan orang termasuk anggota parlemen, akademisi, dan jurnalis, serta perusahaan termasuk kontraktor pertahanan.

Mereka mengatakan, APT31 yang didukung China bertanggung jawab atas penyusupan jaringan tersebut.

China pada saat itu mengatakan tuduhan peretasan oleh AS dan Inggris adalah 'manuver politik'.

Baca Juga: Peretasan Kripto Melonjak 2 Kali Lipat Menjadi US$1,4 Miliar di Semester I 2024

APT adalah istilah umum untuk aktor atau kelompok siber, seringkali didukung negara, yang terlibat dalam aktivitas siber jahat.

Selandia Baru pada bulan Maret mengatakan APT40 menargetkan layanan parlemen dan kantor penasihat parlemen pada tahun 2021 dan telah mendapatkan akses ke informasi penting.

"(Pemerintah Australia) berkomitmen untuk membela organisasi dan individu Australia di ranah siber, itulah sebabnya untuk pertama kalinya kami memimpin jenis atribusi siber ini," kata Menteri Pertahanan Richard Marles dalam sebuah pernyataan yang dirilis kepada media.

Laporan ini muncul saat Australia dan China sedang membangun kembali hubungan setelah periode ketegangan.

Baca Juga: 4 Film Tentang Aksi Hacker Meretas Data Di Dunia Maya

Hubungan mencapai titik terendah pada tahun 2020 setelah Canberra menyerukan penyelidikan independen tentang asal-usul COVID-19.

Beijing merespons dengan memberlakukan tarif pada beberapa komoditas Australia, yang sebagian besar telah dicabut.




TERBARU
Kontan Academy
[ntensive Boothcamp] Business Intelligent with Ms Excel Pre-IPO : Explained

[X]
×