kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Australia menahan suku bunga di 2,5%


Rabu, 03 Desember 2014 / 11:47 WIB
Australia menahan suku bunga di 2,5%
ILUSTRASI. Simak 5 Manfaat Yoga untuk Kecantikan Kulit, Yuk!


Sumber: Bloomberg | Editor: Hendra Gunawan

SYDNEY. Bank Sentral Australia menahan suku bunga di level terendah 2,5%, Selasa (2/12), untuk menghadapi kuatnya nilai tukar dollar Australia dan anjloknya harga komoditas andalan.

Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Glenn Stevens mengatakan, harga komoditas-komoditas andalan Australia terus turun dalam beberapa bulan, ditambah dengan nilai tukar aussie masih lebih tinggi ketimbang nilai wajar. "Langkah paling hati-hati tampaknya adalah menjaga kestabilan suku bunga," kata Stevens dalam pernyataan yang dikutip Bloomberg.

RBA berharap, suku bunga yang masih berada di level yang sama akan membantu belanja investasi sektor sumber daya alam yang belakangan turun tajam. Deutsche Bank AG memprediksi, RBA akan memangkas suku bunga total 50 basis poin tahun depan. "Pemangkasan akan menyebabkan nilai pendapatan konsumen lebih besar," kata Adam Boyton, Kepala Ekonom Deutsche Bank.

RBA meramal, pertumbuhan ekonomi Australia akan tetap lambat hingga pertengahan 2015. Bank sentral juga mengingatkan, stimulus Jepang bisa memicu aliran dana yang menguatkan kurs aussie.




TERBARU

[X]
×