Autralia Bantu Indonesia Mengatasi Penyakit PMK, Simak Caranya

Jumat, 15 Juli 2022 | 13:46 WIB Sumber: BNPB,Kompas.com
Autralia Bantu Indonesia Mengatasi Penyakit PMK, Simak Caranya

ILUSTRASI. Autralia Bantu Indonesia Mengatasi Penyakit PMK, Simak Caranya


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemerintah Australia mengirimkan bantuan untuk mengatasi penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah mewabah di Indonesia. Jumlah kasus PMK di Indonesia terus meningkat setiap hari.

Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mencatat jumlah kasus hewan terpapar oenyakit PMK mencapai 376.237 hingga 14 Juni 2022, atau bertambah 12.333 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Dari jumlah tersebut, hewan sapi yang terkena penyakit PMK sebanyak 363.904 ekor, kerbau 8.584 ekor, domba 1.221 ekor, kambing 2.481 ekor dan babi 47 ekor.

Jumlah hewan yang sembuh dari PMK telah bertambah dari 122.106 ekor menjadi 134.886 ekor. Sedangkan kasus PMK yang belum sembuh berkurang dari 236.141 ekor menjadi 234.295 ekor.

Sedangkan jumlah hewan ternak yang mati akibat wabah penyakit PMK meningkat dari 2.174 ekor menjadi 2.279 ekor. Penyebaran penyakit PMK sudah mencapai 22 provinsi dan 254 kabupaten kota.

Mengutip Kompas.com, Pemerintah Australia akan menyediakan dana 1,5 juta dollar Australia (Rp 15,2 miliar) untuk mendukung respons Indonesia mengatasi penyakit PMK. Dana ini akan memberi sekitar 1 juta dosis vaksin PMK untuk program vaksinasi Indonesia, menindaklanjuti permintaan resmi dari Pemerintah Indonesia.

"Selama pertemuan saya dengan Letnan Jenderal Suharyanto (Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kami menawarkan untuk berbagi keahlian Australia tentang manajemen penyakit darurat dan keamanan hayati," ujar Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Murray Watt di Jakarta, Kamis(14/7/2022).

Baca Juga: Pemerintah Buat Gerakan Disinfeksi Nasional untuk Penanganan PMK

Cara Mengatasi PMK

Ia mengatakan, pemerintahan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengambil pendekatan dua arah untuk mencegah serangan PMK, sebagaimana dilansir Antara. Salah satunya, lanjut dia, dengan memperkuat langkah-langkah keamanan hayati di perbatasan Australia, dan juga mendukung upaya mengekang penyebaran penyakit di luar negeri.

Program vaksinasi Indonesia berfokus pada dukungan untuk sektor pertanian skala kecil, yang merupakan 90 persen dari industri peternakan di Indonesia. Ini merupakan dukungan tambahan dari 435.000 dosis vaksin lumpy skin disease (LSD) yang saat ini sedang didistribusikan di provinsi-provinsi Indonesia yang terkena dampak.

Watt membahas dukungan Australia dengan Menteri Pertanian Indonesia Syahrul Yasin Limpo, Kamis di Jakarta. Pemerintah Australia juga telah memberikan komitmen awal sebesar 500.000 dollar Australia (Rp 5 miliar) untuk daging dan ternak Australia, yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan dukungan dari industri Australia untuk tanggap darurat sektor penggemukan ternak Indonesia terhadap penyakit ini.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan bahwa menjaga keamanan hayati wilayah merupakan perhatian bersama Australia dan Indonesia. Hal ini ditegaskan dalam Pertemuan Pemimpin Tahunan Indonesia-Australia baru-baru ini. "Penyediaan 1 juta dosis vaksin untuk memerangi wabah penyakit mulut dan kuku menggarisbawahi komitmen Australia untuk mendukung respons Indonesia terhadap wabah tersebut," kata dia.

Editor: Adi Wikanto

Terbaru