Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JENEWA. Badan Cuaca PBB mengonfirmasi tahun antara 2015-2025 menjadi dekade paling panas sejak pencatatan dimulai. Di mana, cuaca pada tahun 2025 berada di peringkat kedua atau ketiga secara keseluruhan.
Berdasarkan laporan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Senin (23/3/2026), cuaca di tahun 2015-2025 menjadi 11 tahun terpanas sejak pencatatan dimulai pada tahun 1850.
Tahun 2025 merupakan tahun terpanas kedua atau ketiga yang pernah tercatat, menurut laporan "Keadaan Iklim Global" WMO. Di mana tercatat cuaca di tahun lalu sekitar 1,43 derajat Celcius di atas rata-rata pra-industri.
Hal ini mengonfirmasi laporan sebelumnya dari WMO bahwa tahun 2025 adalah salah satu dari tiga tahun terpanas yang pernah tercatat.
Baca Juga: China Menyambut Rencana Investasi dari Temasek Singapura
Laporan tersebut menyatakan bahwa hilangnya massa gletser di lokasi-lokasi penting termasuk di antara lima yang terburuk yang pernah tercatat, dengan penurunan luar biasa dilaporkan di Islandia dan Amerika Utara.
"Keadaan iklim global berada dalam keadaan darurat. Planet Bumi sedang didorong melampaui batas kemampuannya. Setiap indikator iklim utama menunjukkan tanda bahaya," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
"Laporan tersebut juga menegaskan bahwa tahun 2024 adalah tahun terpanas dengan suhu sekitar 1,55 derajat Celcius di atas rata-rata pra-industri."
Sejumlah pemerintahan berjanji berdasarkan Perjanjian Paris 2015 untuk mencoba menghindari kenaikan suhu global melebihi 1,5 derajat Celcius.












