kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bakal ada kesepakatan fase dua, Trump: Saya dan Xi Jinping saling mencintai


Rabu, 22 Januari 2020 / 09:53 WIB
Bakal ada kesepakatan fase dua, Trump: Saya dan Xi Jinping saling mencintai
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump. REUTERS/Kevin Lamarque TPX IMAGES OF THE DAY

Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - DAVOS. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa (21/1/2020) bahwa ia dan Presiden Xi Jinping "saling mencintai". Dia juga bersikeras bahwa negosiasi untuk kesepakatan perdagangan fase dua akan dimulai "dengan segera".

Melansir South China Morning Post, Trump mengatakan kepada Forum Ekonomi Dunia tahunan di Davos, Swiss, bahwa hubungannya dengan Xi “adalah hubungan yang luar biasa”. Pernyataan itu diungkapkan kurang dari seminggu setelah kedua negara menyetujui perjanjian perdagangan fase satu mereka.

"Dia untuk China, saya untuk AS, tapi selain itu kita saling mencintai," kata Trump dalam pidatonya, menimbulkan tawa di ruangan itu.

Baca Juga: Di World Economic Forum, Trump kritik kebijakan The Fed

“Hubungan kami dengan China mungkin tidak pernah lebih baik. Kami mengalami masa sulit, tetapi tidak pernah lebih baik dari ini,” tambahnya lagi.

Kali ini, Xi memilih untuk melewatkan acara di Davos, setelah terakhir kali menghadiri acara serupa pada tahun 2017.

"Sebelum saya terpilih, praktik predator China merusak perdagangan untuk semua orang, tetapi tidak ada yang melakukan apa pun selain membiarkannya terus memburuk, dan lebih buruk, dan lebih buruk lagi," kata Trump kepada forum, seraya melihat wakil perdana menteri China Han Zheng, yang memimpin delegasi China tahun ini.

Baca Juga: Rilis data ekonomi Jerman bantu euro menekuk dolar AS

“Di bawah kepemimpinan saya, Amerika menghadapi masalah ini secara langsung. Di bawah perjanjian fase satu kami yang baru, fase kedua memulai perundingan dengan sangat singkat, China telah sepakat untuk secara substansial melakukan hal-hal yang tidak akan mereka lakukan," tambahnya seperti yang dilansir South China Morning Post.




TERBARU

Close [X]
×