kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bakal gelar pertemuan G7 di resort golf miliknya, Trump dituding salahgunakan jabatan


Jumat, 18 Oktober 2019 / 08:42 WIB

Bakal gelar pertemuan G7 di resort golf miliknya, Trump dituding salahgunakan jabatan
ILUSTRASI. U.S. President Donald Trump arrives to a news conference at the end of the G7 summit in Biarritz, France, August 26, 2019. REUTERS/Carlos Barria TPX IMAGES OF THE DAY


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump akan menjadi tuan rumah KTT ekonomi Negara Kelompok Tujuh (G7) tahun depan. Rencananya, pertemuan itu akan digelar  resor golf miliknya yang berada di Florida. Hal ini memancing kritik tajam dari kubu Demokrat dan pihak lainnya. Sebab, semakin banyak bukti presiden telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Melansir Reuters, Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney pada Kamis (17/10) mengatakan pada konferensi pers bahwa KTT G7 akan berlangsung di resor golf Trump National Doral dekat Miami pada 10-12 Juni 2020.

Ini bukan kali pertama Trump menghadapi kritikan menyalahgunakan jabatannya sebagai presiden. Saat ini, Trump tengah menghadapi sejumlah penyelidikan oleh Kongres AS atas keuangannya dan potensi konflik kepentingan yang berasal dari bisnis real estat yang masih ia miliki. Dia juga menghadapi penyelidikan impeachment terhadap tuduhan bahwa dia mengejar kepentingan politik dalam hubungannya dengan Ukraina.

Baca Juga: China berharap kesepakatan dagang fase pertama dengan AS bisa tercapai sedini mungkin

Dalam klausul konstitusi AS melarang pejabat pemerintah menerima gaji, biaya atau keuntungan dari pemerintah asing dan domestik tanpa persetujuan kongres. Demokrat mengatakan, mereka akan menyelidiki rencana Trump untuk menjadi tuan rumah G7 di propertinya setelah ia melayangkan gagasan itu pada Agustus.

Ketua DPR Nancy Pelosi dan anggota parlemen Demokrat lainnya mengecam keputusan tersebut.

“Dalam konstitusi itu sudah jelas: Presiden tidak dapat menerima hadiah atau pembayaran dari pemerintah asing. Tidak ada yang kebal di atas hukum,” tulis Pelosi di Twitter seperti yang dikutip Reuters.

Sementara itu, Ketua Komite Kehakiman DPR Jerrold Nadler, dalam sebuah pernyataan, menyebut, pengumuman itu merupakan salah satu contoh paling berani dari korupsi yang dilakukan oleh seorang presiden.  Nadler mengatakan komite akan terus menyelidiki hal ini.

Baca Juga: Akhirnya Turki sepakat hentikan serangan ke Suriah, Trump: Kabar baik dari Turki

Mulvaney mengatakan kepada wartawan bahwa Trump tidak akan mendapat untung dari penggunaan propertinya karena biaya apa pun ysng keluar akan sangat mahal. Dia juga mengatakan, penggunaan Doral lebih menghemat jutaan dollar dibanding penggunaan fasilitas lain. Penghematannya mencapai 50%.

“Hadapilah, dia akan dikritik terlepas dari apa pun yang akan dia lakukan. Tapi, tidak, tidak ada masalah di sini tentang dia mengambil keuntungan dari sini dengan cara atau bentuk apa pun," kata Mulvaney kepada wartawan.


Sumber : Reuters
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan


Close [X]
Close [X]
×