kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,15   -4,52   -0.50%
  • EMAS939.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Bank Dunia siapkan US$ 12 miliar untuk sediakan vaksin virus corona ke negara miskin


Rabu, 30 September 2020 / 11:13 WIB
Bank Dunia siapkan US$ 12 miliar untuk sediakan vaksin virus corona ke negara miskin
ILUSTRASI. Bank Dunia berupaya untuk memberikan kemudahan akses menuju vaksin virus corona bagi negara-negara miskin.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON D.C. Bank Dunia resmi meminta dewan direksi untuk menyetujui permintaan dana sebesar US$ 12 miliar guna membantu negara-negara miskin menuju akses ke vaksin virus corona.

Dia mengatakan dewan diharapkan mempertimbangkan rencana tersebut pada awal Oktober mendatang.

Saat ini, Bank Dunia telah melaksanakan program tanggap darurat di 111 negara. Dana tambahan yang diajukan nanti akan ditujukan untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

"Tujuan kami adalah mengubah jalannya pandemi di negara-negara berkembang berpenghasilan rendah dan menengah. Akan ada pembiayaan yang tersedia untuk negara berkembang dan akan ada permintaan. Kami akan mulai meminta pabrikan untuk mulai membuat alokasi untuk negara-negara ini," ungkap Malpass, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Bank Dunia prediksi ekonomi RI minus 2, ini kata ekonom Josua Pardede

Malpass mengatakan bahwa Bank Dunia juga meminta negara-negara kaya yang telah memesan banyak dosis untuk memberikan sebagian dosisnya ke negara miskin yang membutuhkan.

Persaingan global untuk mendapatkan dosis awal vaksin virus corona sudah terjadi dengan sangat sengit. Negara-negara kaya kini mulai berusaha untuk menimbun pasokan vaksin hingga jumlahnya berlebih.

Kepada Reuters, Malpass mengatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari anggaran sebesar US$ 160 miliar yang disiapkan Bank Dunia untuk bantuan krisis akibat virus corona.

Baca Juga: Angka kematian akibat virus corona yang kecil di Afrika buat peneliti kebingungan




TERBARU

[X]
×