Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - AMSTERDAM. Bank sentral Belanda atau De Nederlandsche Bank (DNB) memindahkan 86 metrik ton emas dari Amerika Utara ke London dalam enam bulan terakhir. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi krisis di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Transfer tersebut mencakup sekitar 27,5% dari cadangan emas yang sebelumnya disimpan DNB di New York dan Ottawa. Emas tersebut kemudian dipindahkan ke Bank of England (BoE) di London.
"Dengan meningkatnya ketidakstabilan geopolitik, DNB memperkuat kesiapan menghadapi krisis," kata DNB dalam pernyataannya, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Kapal Tanker Minyak Arab Saudi Diserang Iran di Selat Hormuz, Dua Pelaut Tewas
Menurut DNB, emas yang disimpan di Bank of England dinilai sebagai emas yang paling mudah diperdagangkan di dunia. Karena itu, emas tersebut dapat lebih cepat digunakan apabila terjadi situasi krisis.
Presiden DNB Olaf Sleijpen mengatakan bank sentral perlu memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan, meskipun DNB tidak memperkirakan akan menggunakan cadangan tersebut dalam waktu dekat.
Bank of England memang menjadi tempat penyimpanan emas bagi bank-bank sentral dari berbagai negara. London juga merupakan pusat perdagangan emas over-the-counter (OTC) terbesar di dunia, yakni pasar tempat pelaku transaksi melakukan perdagangan secara langsung satu sama lain tanpa melalui bursa.
Gubernur Bank of England Andrew Bailey pada tahun lalu mengatakan bahwa pihak yang ingin terlibat dalam pasar tersebut serta memperdagangkan dan menggunakan emasnya perlu menyimpan emas tersebut di London.
Bank of England belum memberikan tanggapan langsung atas permintaan komentar terkait pemindahan cadangan emas Belanda tersebut.
Cadangan Emas Belanda Tetap 612,4 Ton
Pemindahan emas Belanda dilakukan beberapa bulan setelah Bank of France melakukan langkah serupa. Bank sentral Prancis pada Juli 2025 hingga Januari 2026 meningkatkan kualitas 129 ton emas yang disimpan di New York, atau sekitar 5% dari total cadangan emas Prancis.
Baca Juga: Bank Sentral India Berhasil Tarik US$ 136,38 Miliar Valas untuk Perkuat Rupee
Langkah tersebut dilakukan dengan menjual batangan emas lama dan membeli batangan yang memenuhi standar internasional. Emas baru tersebut kemudian disimpan di Paris, bukan di New York. Gubernur Bank of France Francois Villeroy de Galhau mengatakan pada Maret bahwa keputusan tersebut tidak didorong alasan politik.
Sementara itu, pemindahan DNB dilakukan dengan menjual sekitar 59 ton emas di New York, kemudian membeli emas di London yang memenuhi standar pasar Bank of England.
Selain transaksi tersebut, sebanyak 27 ton emas secara fisik dipindahkan dari Amerika Utara ke Belanda. Pada saat yang sama, emas dengan jumlah setara yang memenuhi standar Bank of England dipindahkan dari penyimpanan DNB di Zeist, Belanda, ke London.
DNB menyebut mekanisme tersebut dilakukan untuk menghindari kebutuhan melebur kembali batangan emas.
Meski terjadi perubahan lokasi penyimpanan, pemindahan tersebut tidak mengubah jumlah cadangan emas Belanda, yang tetap sebesar 612,4 ton.
Setelah transaksi tersebut, sekitar 32% cadangan emas Belanda kini disimpan di London, hampir 31% disimpan di dalam negeri, sementara 37% sisanya terbagi rata antara New York dan Ottawa.
Pemindahan tersebut menunjukkan upaya bank sentral untuk memastikan cadangan emas dapat lebih mudah diakses dan diperdagangkan apabila terjadi tekanan atau krisis di pasar global akibat meningkatnya risiko geopolitik.
Baca Juga: Risiko Pemadaman Listrik Meningkat, AS Dilanda Panas Ekstrem














