Sumber: Investing,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Bank sentral China terus menambah cadangan emasnya selama 16 bulan berturut-turut. Hingga akhir Februari, total kepemilikan emas China tercatat mencapai 74,22 juta troy ounce, naik tipis dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar 74,19 juta troy ounce.
Mengutip Reuters, data yang dirilis People’s Bank of China pada Sabtu menunjukkan nilai cadangan emas China juga meningkat signifikan. Pada akhir Februari, nilai cadangan emas negara tersebut mencapai US$ 387,59 miliar, naik dari US$ 369,58 miliar pada bulan sebelumnya.
Ketegangan politik dongkrak permintaan emas
Ketegangan geopolitik turut mendorong meningkatnya permintaan emas global. Kenaikan harga emas yang kembali menembus level psikologis US$ 5.000 terjadi di tengah memburuknya situasi keamanan dunia. Setelah aksi militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran, para investor berbondong-bondong mengalihkan investasi dari aset berisiko seperti saham ke aset yang lebih aman seperti emas.
Mengutip Investing.com, di sisi lain, pembelian emas oleh bank sentral dunia sempat menunjukkan perlambatan musiman pada Januari. Rata-rata pembelian hanya sekitar lima ton, lebih rendah dibandingkan rata-rata bulanan tahun lalu yang mencapai 27 ton.
Baca Juga: Investor Berbondong-bondong ke Venezuela untuk Mencari Peluang Investasi
Namun, para analis menilai gejolak harga minyak dan ketidakstabilan kawasan berpotensi membuat bank sentral tetap melanjutkan akumulasi emas sepanjang 2026.
“Pergerakan harga yang volatil dan faktor musim liburan kemungkinan membuat sebagian bank sentral menahan pembelian sementara,” ujar analis World Gold Council, Marissa Salim.
Ia menambahkan bahwa risiko geopolitik saat ini “belum menunjukkan tanda-tanda mereda”, sehingga kemungkinan besar permintaan emas dari institusi akan tetap tinggi.
Tonton: Trump Klaim Iran Menyerah Usai Minta Maaf Serang Negara Teluk, AS Ancam Serangan Lebih Besar!
Sentimen serupa juga terlihat di pasar exchange-traded fund (ETF). Sepanjang Februari, ETF emas yang terdaftar di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih (net inflow) sebesar US$ 4,5 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor ritel maupun institusi terhadap emas semakin sejalan dengan tren pembelian yang dilakukan bank sentral.













