Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bank sentral Selandia Baru, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), mempertahankan suku bunga acuan atau official cash rate (OCR) di level 2,75% pada Rabu (28/10/2026).
Keputusan ini di luar perkiraan mayoritas ekonom yang memprediksi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).
Mengutip Reuters, sebanyak 22 dari 27 ekonom yang disurvei memperkirakan RBNZ akan menaikkan suku bunga acuan.
Baca Juga: Barcelona Didenda Rp12 Juta Gara-gara Dekati Julian Alvarez Tanpa Izin Atletico
Namun, bank sentral memilih menahan suku bunga, sembari memberikan sinyal bahwa pengetatan kebijakan moneter kemungkinan masih diperlukan jika sesuai dengan prospek ekonomi.
Dalam pernyataannya, komite kebijakan RBNZ menyepakati bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat kemungkinan diperlukan, “bergantung pada prospek ekonomi”.
Keputusan tersebut muncul di tengah kekhawatiran bank sentral terhadap inflasi yang berada di luar kisaran target 1%–3%. Kondisi ini mendorong RBNZ menaikkan suku bunga pada dua pertemuan sebelumnya.
Meski demikian, suku bunga acuan saat ini masih jauh di bawah puncaknya sebesar 5,5% pada Agustus 2024.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Tipis Rabu (28/10), Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Sebelumnya, RBNZ menjalankan siklus pelonggaran moneter secara agresif ketika perekonomian melemah dan tekanan inflasi mereda.
Keputusan terbaru ini menunjukkan bahwa RBNZ masih mempertimbangkan keseimbangan antara pengendalian inflasi dan kondisi perekonomian.
Arah suku bunga berikutnya akan bergantung pada perkembangan inflasi serta prospek ekonomi Selandia Baru.














