kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.200   15,00   0,08%
  • IDX 5.177   -88,82   -1,69%
  • KOMPAS100 669   -13,64   -2,00%
  • LQ45 525   -7,72   -1,45%
  • ISSI 174   -4,46   -2,49%
  • IDX30 296   -4,08   -1,36%
  • IDXHIDIV20 395   -4,85   -1,21%
  • IDX80 77   -1,58   -2,01%
  • IDXV30 109   -1,99   -1,79%
  • IDXQ30 99   -1,19   -1,19%

Bank Sentral Selandia Baru Tahan Suku Bunga 2,75%, Meski Buka Peluang Pengetatan


Rabu, 28 Oktober 2026 / 08:35 WIB
Bank Sentral Selandia Baru Tahan Suku Bunga 2,75%, Meski Buka Peluang Pengetatan
ILUSTRASI. Bank sentral Selandia Baru, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), (REUTERS/MARTY MELVILLE)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bank sentral Selandia Baru, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), mempertahankan suku bunga acuan atau official cash rate (OCR) di level 2,75% pada Rabu (28/10/2026).

Keputusan ini di luar perkiraan mayoritas ekonom yang memprediksi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).

Mengutip Reuters, sebanyak 22 dari 27 ekonom yang disurvei memperkirakan RBNZ akan menaikkan suku bunga acuan.

Baca Juga: Barcelona Didenda Rp12 Juta Gara-gara Dekati Julian Alvarez Tanpa Izin Atletico

Namun, bank sentral memilih menahan suku bunga, sembari memberikan sinyal bahwa pengetatan kebijakan moneter kemungkinan masih diperlukan jika sesuai dengan prospek ekonomi.

Dalam pernyataannya, komite kebijakan RBNZ menyepakati bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat kemungkinan diperlukan, “bergantung pada prospek ekonomi”.

Keputusan tersebut muncul di tengah kekhawatiran bank sentral terhadap inflasi yang berada di luar kisaran target 1%–3%. Kondisi ini mendorong RBNZ menaikkan suku bunga pada dua pertemuan sebelumnya.

Meski demikian, suku bunga acuan saat ini masih jauh di bawah puncaknya sebesar 5,5% pada Agustus 2024.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Tipis Rabu (28/10), Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Sebelumnya, RBNZ menjalankan siklus pelonggaran moneter secara agresif ketika perekonomian melemah dan tekanan inflasi mereda.

Keputusan terbaru ini menunjukkan bahwa RBNZ masih mempertimbangkan keseimbangan antara pengendalian inflasi dan kondisi perekonomian.

Arah suku bunga berikutnya akan bergantung pada perkembangan inflasi serta prospek ekonomi Selandia Baru.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×