kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.084   -4,00   -0,02%
  • IDX 6.066   24,37   0,40%
  • KOMPAS100 796   6,24   0,79%
  • LQ45 604   4,56   0,76%
  • ISSI 210   0,38   0,18%
  • IDX30 341   2,06   0,61%
  • IDXHIDIV20 424   2,07   0,49%
  • IDX80 91   0,79   0,87%
  • IDXV30 116   0,77   0,66%
  • IDXQ30 110   0,69   0,63%

Bank Sentral Korea (BOK) Kerek Suku Bunga untuk Pertama Kali dalam 3,5 Tahun


Kamis, 16 Juli 2026 / 09:51 WIB
Bank Sentral Korea (BOK) Kerek Suku Bunga untuk Pertama Kali dalam 3,5 Tahun
ILUSTRASI. Bank of Korea (BOK) menaikkan suku bunga repo tujuh hari sebesar 25 basis poin menjadi 2,75% untuk kali pertama dalam 3,5 tahun. (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bank sentral Korea Selatan menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam tiga setengah tahun pada hari ini (16/7/2026) dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut, karena pertumbuhan pesat di ekonomi terbesar keempat di Asia ini memicu risiko inflasi.

Dewan kebijakan moneter beranggotakan tujuh orang di Bank of Korea (BOK) memutuskan untuk menaikkan suku bunga repo tujuh hari sebesar 25 basis poin menjadi 2,75% untuk menstabilkan nilai tukar won yang melemah dan mengatasi tekanan inflasi yang terus berlanjut.

Dalam pernyataan yang dirilis tak lama kemudian, bank sentral Korea Selatan tersebut juga mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Korea Selatan diperkirakan akan "jauh melebihi" perkiraan BOK pada bulan Mei sebesar 2,6%, sementara inflasi akan tetap tinggi untuk "jangka waktu yang cukup lama."

"Ada alasan kuat untuk mengharapkan pengetatan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang," tulis ekonom Capital Economics, Gareth Leather, dalam sebuah catatan setelah keputusan suku bunga diumumkan.

Baca Juga: Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Menyusut Setelah AS dan Iran Tingkatkan Serangan

"Meskipun terus melemahnya konsumsi swasta — penjualan ritel menurun secara riil — tetap menjadi perhatian, kami masih memperkirakan pertumbuhan akan mencapai angka di atas konsensus, yaitu 4,0% pada tahun ini."

Sementara itu, nilai tukar won terhadap dolar AS tetap stabil setelah keputusan yang sudah banyak diperkirakan. Di sisi lain, indeks acuan KOSPI turun 7%, sebagian besar karena aksi jual kembali saham-saham produsen chip.

Ekonomi telah pulih lebih cepat dari yang diperkirakan tahun ini, berkat booming ekspor dan investasi semikonduktor, meskipun mata uang lokal tetap tertekan, dengan won melemah 3,4% terhadap dolar AS.

Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan di kuartal I-2026 capai 1,8%, laju tercepat dalam hampir 6 tahun, mendorong pemerintah untuk menaikkan perkiraan pertumbuhan ke level tertinggi dalam 5 tahun menjadi 3,0% untuk tahun ini, didukung oleh booming semikonduktor global.

Kenaikan suku bunga yang dilakukan BOK ini menyelaraskan keputusan bank sentral dengan negara tetangganya di kawasan, seperti Bank of Japan, yang baru-baru ini menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 31 tahun.

Bank sentral di Australia, Selandia Baru, Indonesia, dan Filipina juga telah memperketat kebijakan moneter mereka.

Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Variatif, Rupiah Masih Jadi yang Terlemah Sepanjang 2026

Dengan angka inflasi utama yang mencapai level tertinggi dalam 2,5 tahun di Korea Selatan, sebagian besar analis memperkirakan BOK akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi sebelum akhir tahun ini untuk membawa suku bunga kebijakan menjadi 3,00%.

Perkiraan median menunjukkan, BOK akan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 3,25% pada kuartal I-2027 dan mempertahankannya di sana setidaknya hingga akhir tahun depan.

Gubernur BOK Shin Hyun Song akan mengadakan konferensi pers pada pukul 02.10 GMT, yang akan disiarkan langsung melalui YouTube.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×