kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Bank tertua Swiss tutup setelah dihukum AS


Minggu, 06 Januari 2013 / 09:58 WIB
Bank tertua Swiss tutup setelah dihukum AS
ILUSTRASI. Promo Workcation dari PegiPegi, Diskon Hotel Rp150.000 Khusus Kartu Kredit Mandiri


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

Bank tertua Swiss, Wegelin & Co., akhirnya tutup setelah dihukum bersalah karena membantu warga Amerika Serikat menghindari pembayaran pajak. Bank yang berdiri sejak 1741 ini dihukum membayar denda sebesar US$ 57,8 juta.

Pengadilan menyatakan Wegelin bersalah setelah membantu lebih dari 100 warga Amerika menghindari pembayaran pajak senilai US$ 1,2 miliar selama hampir 10 tahun. Jaksa Penuntut Preet Bharara menyatakan, bank tersebut secara agresif dang sengaja mengisi kekosongan yang telah ditinggalkan oleh bank-bank Swiss lainnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Amerika Serikat rajin membujuk bank-bank asing supaya tidak membantu penghindaran pajak. Direktorat Pajak Amerika Serikat bahkan secara agresif meminta bank-bank tersebut untuk membuka data nasabahnya.

Wegelin setuju membayar denda tersebut. Setelah selesai membayar denda itu, Wegelin menyatakan akan berhenti beroperasi. Sejatinya sejak setahun lalu, bank ini sudah mati suri sebagai bank.

Managing Partner Wegelin Otto Bruderer mengakui kesalahan yang dilakukannya. Dia mengatakan, pihaknya telah menampung nasabah Amerika Serikat untuk menghindari pembayaran pajak antara 2002 hingga 2010.

Catatan saja, Wegelin berdiri di sebuah kota kecil di Swiss yang bernama St. Gallen. Bank ini telah beroperasi di Amerika Serikat 35 tahun sebelum deklarasi kemerdekaan negeri tersebut.

Kasus Wegelin ini bukanlah satu-satunya. Sebelumnya, bank Swiss lainnya, UBS juga setuju membayar denda sebesar US$ 780 juta karena membantu warga Amerika Serikat dalam penghindaran pembayaran pajak. UBS juga sepakat membuka secara detil data nasabah warga Amerika Serikat di bank tersebut.

Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga sedang menyelidiki keterlibatan bank Swiss lainnya yakni Credit Suisse dan Julius Baer.




TERBARU

[X]
×