CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Bank Zona Euro Perketat Kredit di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Global


Selasa, 21 Juli 2026 / 16:30 WIB
Bank Zona Euro Perketat Kredit di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Global
ILUSTRASI. VALAS USD EURO (Khademian Farzaneh/ABACA via REUTERS)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Bank-bank di kawasan euro semakin selektif menyalurkan kredit di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut pada kuartal III-2026, meski permintaan pinjaman dari dunia usaha mulai menunjukkan peningkatan.

Berdasarkan hasil Bank Lending Survey yang dirilis Bank Sentral Eropa (ECB) pada Selasa (21/7), perbankan memperketat standar pemberian kredit pada kuartal II-2026 karena meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi serta risiko yang dipicu oleh perkembangan geopolitik dan sektor energi.

Dalam laporan Reuters (21/7), survei yang melibatkan 159 bank terbesar di kawasan euro itu menunjukkan bahwa meskipun permintaan kredit korporasi meningkat, bank justru menolak lebih banyak pengajuan pinjaman dibandingkan sebelumnya. Pengetatan paling besar terjadi pada sektor otomotif dan industri manufaktur yang bergantung pada energi.

Menurut ECB, kehati-hatian bank dipicu oleh meningkatnya persepsi risiko terhadap prospek ekonomi. Di sisi lain, toleransi bank terhadap risiko juga menurun sehingga persyaratan pemberian kredit diperketat.

"Risiko terhadap prospek ekonomi dan menurunnya toleransi bank terhadap risiko tetap menjadi faktor utama yang mendorong pengetatan standar kredit, terutama terkait perkembangan geopolitik dan energi," tulis ECB dalam laporannya.

Baca Juga: PM Inggris Andy Burnham Pangkas Pajak Listrik untuk Redam Krisis Biaya Hidup

ECB memperkirakan tren tersebut belum akan berakhir. Pada kuartal III-2026, bank-bank di kawasan euro diproyeksikan kembali memperketat standar kredit untuk seluruh jenis pinjaman, baik bagi dunia usaha maupun rumah tangga.

Hasil survei ini juga memperkuat pandangan ECB bahwa dampak perang Iran terhadap ekonomi kawasan euro masih relatif terbatas. Sebagai eksportir energi, kawasan euro dinilai mampu meredam sebagian dampak kenaikan harga energi. Meski demikian, lonjakan harga minyak tetap menekan konsumsi masyarakat dan mengurangi margin keuntungan sektor manufaktur.

Sementara itu, permintaan kredit perumahan justru melemah. ECB mencatat permintaan kredit pemilikan rumah turun tajam pada kuartal II-2026 dan diperkirakan akan kembali menurun pada kuartal berikutnya.

Di tengah kondisi tersebut, ECB diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan pekan ini karena pertumbuhan ekonomi masih lemah. Namun, pelaku pasar masih melihat peluang kenaikan suku bunga pada September 2026, menyusul inflasi yang bertahan di kisaran 3% akibat lonjakan harga energi, atau masih berada di atas target ECB sebesar 2%.

Baca Juga: Bank Dunia kucurkan pinjaman US$1,5 miliar untuk Afrika Selatan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×