kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Bankir Top Wall Street Jadi Incaran Pentagon, Apa yang Terjadi?


Kamis, 12 Maret 2026 / 06:14 WIB
Bankir Top Wall Street Jadi Incaran Pentagon, Apa yang Terjadi?
ILUSTRASI. Para bankir Wall Street kini diincar Pentagon untuk mengelola US$ 200 miliar investasi pertahanan. (REUTERS/ALEXANDER DRAGO)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau U.S. Department of Defense (Pentagon) dilaporkan tengah membentuk tim baru yang berisi para bankir investasi berpengalaman di bidang private equity untuk mengelola investasi besar di sektor pertahanan.

Mengutip laporan Semafor yang dilansir Reuters, Pentagon berencana menginvestasikan sekitar US$200 miliar dalam tiga tahun untuk berbagai kesepakatan di industri pertahanan.

Tim tersebut diproyeksikan beranggotakan sekitar 30 orang yang memiliki latar belakang kuat di dunia investasi dan keuangan.

Dalam proses rekrutmen, Pentagon menargetkan sejumlah bank investasi besar sebagai sumber kandidat utama, termasuk Goldman Sachs, Morgan Stanley, JPMorgan, dan Bank of America.

Dokumen perekrutan yang disusun oleh firma pencari eksekutif Heidrick & Struggles disebut menawarkan kesempatan bagi para profesional keuangan untuk “melayani negara” sekaligus mengelola dana dalam skala yang sangat besar.

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa tim ini akan mengelola modal investasi dalam jumlah yang bahkan lebih besar dibandingkan yang biasanya dikelola sebagian investor sepanjang karier mereka.

Sejumlah pihak yang disebut dalam laporan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. JPMorgan dan Pentagon menolak berkomentar atas permintaan Reuters, sementara Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America, dan Heidrick & Struggles belum memberikan respons.

Baca Juga: Peringatan Iran kepada Dunia: Bersiap Harga Minyak Sentuh US$ 200

Rencana pembentukan tim investasi ini juga sejalan dengan ambisi Presiden AS Donald Trump untuk membangun sovereign wealth fund atau dana kekayaan negara milik Amerika Serikat.

Trump sebelumnya menyatakan keinginannya untuk membentuk dana investasi negara besar seperti yang dimiliki sejumlah negara di kawasan Teluk dan Asia. Dana tersebut diharapkan dapat memanfaatkan modal swasta untuk memperkuat pengaruh ekonomi dan politik Amerika Serikat.

Pada Februari 2025, Trump bahkan menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan pembentukan sovereign wealth fund AS dalam waktu satu tahun.

Jika terealisasi, langkah ini akan menempatkan Amerika Serikat sejajar dengan banyak negara lain, terutama di Timur Tengah dan Asia, yang telah lebih dulu memiliki dana kekayaan negara untuk melakukan investasi strategis menggunakan dana pemerintah.

Tonton: Rusia Diduga Bantu Iran Lawan AS & Israel? Kremlin Akhirnya Buka Suara

Secara umum, sovereign wealth fund merupakan kendaraan investasi yang dimiliki oleh suatu negara. Dana ini biasanya digunakan sebagai instrumen investasi jangka panjang, alat pembangunan ekonomi, atau kombinasi keduanya.

Tujuan utama pembentukan dana tersebut adalah mengelola kekayaan negara agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×