kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Banyak Negara Belum Capai Puncak Gelombang Omicron, Ini Peringatan WHO untuk Dunia


Rabu, 02 Februari 2022 / 05:52 WIB
ILUSTRASI. WHO bilang, banyak negara di dunia belum mencapai puncak kasus varian Omicron yang sangat menular. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kepala kedaruratan WHO Mike Ryan, dalam pengarahan yang sama, mendesak negara-negara untuk memetakan jalan mereka sendiri keluar dari pandemi dan tidak secara membabi buta mengikuti orang lain dalam langkah-langkah santai.

“Saya pikir ini adalah fase transisi bagi banyak negara, tidak setiap negara dalam situasi yang sama. Negara-negara yang membuat keputusan untuk membuka diri secara lebih luas juga perlu memastikan kapasitas untuk memperkenalkan kembali tindakan, dengan penerimaan masyarakat, jika diperlukan. jika kita membuka pintu dengan cepat, sebaiknya kamu juga bisa menutupnya dengan sangat cepat juga," jelas Ryan.

Baca Juga: Vaksin Booster AstraZeneca & Pfizer, Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Denmark dan Austria pekan lalu menjadi negara terbaru yang melonggarkan pembatasan COVID-19. Sebelumnya, langkah tersebut sudah diambil oleh Inggris, Irlandia dan Belanda, meskipun negara-negara Eropa lainnya merencanakan pembatasan baru untuk memerangi rekor jumlah infeksi.

Dalam briefing online terpisah sebelumnya pada hari Selasa, Dr. Boris Pavlin dari Tim Respons COVID-19 WHO mengatakan bentuk BA.2 yang muncul dari Omicron tampaknya tidak lebih parah daripada bentuk BA.1 asli.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×