kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Baru pulih, harga rumah baru di China sudah naik 0,5% di bulan April


Senin, 18 Mei 2020 / 09:51 WIB
Baru pulih, harga rumah baru di China sudah naik 0,5% di bulan April
ILUSTRASI. Harga rumah di China terus naik

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Secara mengejutkan, harga rumah baru di China pada bulan April naik. Hal ini menambah tanda-tanda bahwa pasar properti di Negeri Tirai Bambu tersebut perlahan pulih setelah kebijakan lockdown dilonggarkan dan membuat ekonomi terbesar kedua di dunia itu dibuka kembali.

Berdasarkan data National Bureau of Statistics (NBS), rata-rata harga rumah baru di 70 kota besar China pada bulan April naik 0,5% dibanding bulan sebelumnya. Padahal di bulan Maret lalu, harga rata-rata rumah baru di China naik 0,1%. 

Secara tahunan, harga rumah naik 5,1% di bulan April. Kenaikan ini lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan 5,3% di bulan Maret lalu.

Baca Juga: Kasus virus corona global: Lampaui 4,64 juta, angka kematian mencapai 310.1640

"Permintaan perumahan sedang naik pada bulan April karena ekonomi dan kehidupan mulai kembali ke jalurnya," kata seorang pejabat NBS dalam sebuah pernyataan bersama dengan data.

Harga rumah yang lebih kuat sejalan dengan tanda-tanda pemulihan untuk pengembang real estat, yang pada bulan April melihat investasi yang lebih cepat. Terlebih penurunan penjualan juga semakin menipis dan membawa optimisme. 

Sebagian besar dari 70 kota yang disurvei oleh NBS melaporkan, kenaikan harga bulanan untuk rumah baru, dengan jumlah meningkat tajam menjadi 50 dari 38 di bulan Maret.

Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu dan Tangshan, di provinsi Hebei, adalah provinsi dengan harga terbaik bulan lalu. Kedua kota tersebut mencatat kenaikan harga bulanan hingga 1,8%.

Baca Juga: Duta besar China untuk Israel ditemukan tewas di rumahnya

Data NBS menyebut, harga rumah lebih rendah terjadi di kota Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona. 

Meskipun sebagian besar daerah telah menghentikan pembatasan transportasi, penjualan properti dan permintaan pembeli tetap di bawah tekanan di beberapa kota karena pihak berwenang mempertahankan pembatasan mengikuti kelompok infeksi baru.

Beijing telah menegaskan kembali sikap tegas terhadap aliran uang panas ke pasar properti, bahkan ketika ekonomi muncul dari kontraksi pertamanya sejak setidaknya 1992.



TERBARU

[X]
×