kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Baru seminggu bebas, jurnalis Turki kembali terancam masuk bui atas tuduhan kudeta


Rabu, 13 November 2019 / 17:51 WIB
Baru seminggu bebas, jurnalis Turki kembali terancam masuk bui atas tuduhan kudeta
ILUSTRASI. Ilustrasi bendera Turki. REUTERS/Fabrizio Bensch


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

“Ini adalah kemunduran yang mengerikan dan hanya bisa memperdalam krisis kebebasan media di negara ini. Saya meminta keputusan untuk dibalik,” katanya.

Asosiasi penulis Internasional PEN menggambarkan penangkapannya sebagai hari yang gelap untuk keadilan di Turki.

Di bawah vonis pekan lalu, Altan dijatuhi hukuman 10 tahun dan enam bulan penjara. Pengadilan tinggi Turki telah membatalkan hukuman seumur hidup terhadapnya pada bulan Juli lalu.

Baca Juga: Dalam pidatonya Trump bilang China berlaku curang terhadap Amerika

"Jika Anda ingin menahan saya di penjara, Anda dapat menahan saya selama Anda mau, penjara tidak membuat saya takut," kata Altan dalam pembelaannya sebelum putusan minggu lalu. 

"Saya lebih suka menyelesaikan hidup saya di penjara daripada takut akan pemerintahan seperti ini," tegasnya.

Selain itu, memoar Altan di penjara yang berjudul “Aku Tidak Akan Melihat Dunia Lagi” telah dinominasikan untuk Baillie Gifford Prize untuk kategori non-fiksi.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×