kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Baru seminggu bebas, jurnalis Turki kembali terancam masuk bui atas tuduhan kudeta


Rabu, 13 November 2019 / 17:51 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi bendera Turki. REUTERS/Fabrizio Bensch


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

“Ini adalah kemunduran yang mengerikan dan hanya bisa memperdalam krisis kebebasan media di negara ini. Saya meminta keputusan untuk dibalik,” katanya.

Asosiasi penulis Internasional PEN menggambarkan penangkapannya sebagai hari yang gelap untuk keadilan di Turki.

Di bawah vonis pekan lalu, Altan dijatuhi hukuman 10 tahun dan enam bulan penjara. Pengadilan tinggi Turki telah membatalkan hukuman seumur hidup terhadapnya pada bulan Juli lalu.

Baca Juga: Dalam pidatonya Trump bilang China berlaku curang terhadap Amerika

"Jika Anda ingin menahan saya di penjara, Anda dapat menahan saya selama Anda mau, penjara tidak membuat saya takut," kata Altan dalam pembelaannya sebelum putusan minggu lalu. 

"Saya lebih suka menyelesaikan hidup saya di penjara daripada takut akan pemerintahan seperti ini," tegasnya.

Selain itu, memoar Altan di penjara yang berjudul “Aku Tidak Akan Melihat Dunia Lagi” telah dinominasikan untuk Baillie Gifford Prize untuk kategori non-fiksi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×