kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Bekerja keras keluar dari resesi, Yunani justru didera krisis politik


Kamis, 16 Juni 2011 / 20:22 WIB
ILUSTRASI. Promo Yogya Supermarket 9 September 2020. Pramuniaga melayani pembeli di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor, Rabu (21/11/2018). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

ATHENA. Selain menghadapi masalah keuangan yang sangat berat, Yunani juga tengah terkepung krisis politik. Sejumlah laporan menyebutkan, Perdana Menteri (PM) Yunani yaitu George Papandreou bersedia mengundurkan diri setelah protes besar-besaran menentang kebijakan penghematan oleh pemerintah.

Pemerintah pimpinan Papandreou ambruk menyusul penentangan yang dilakukan para anggota parlemen atas kebijakan pemangkasan anggaran pemerintah.

Selama ini, PM Yunani selalu mengatakan dirinya memiliki kekuatan untuk menyelamatkan perekonomian Yunani dari kehancuran. Namun ketika ia menghadap presiden, banyak yang memperkirakan dia telah kehilangan dukungan dan tak mampu lagi memerintah. Sebelumnya para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di luar gedung parlemen di Athena.

Ini adalah kekerasan terburuk di ibukota dalam setahun terakhir. Protes ini menjadi tanda bahwa masyarakat tidak lagi menerima kebijakan penghematan besar-besaran. Kreditor utama Yunani, Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) menuntut penghematan lanjutan sebagai syarat kucuran dana bantuan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×