kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.884   26,00   0,15%
  • IDX 6.021   -95,76   -1,57%
  • KOMPAS100 788   -6,62   -0,83%
  • LQ45 595   -4,10   -0,68%
  • ISSI 210   -3,34   -1,57%
  • IDX30 337   -2,12   -0,63%
  • IDXHIDIV20 412   -3,86   -0,93%
  • IDX80 89   -0,62   -0,69%
  • IDXV30 111   -1,06   -0,95%
  • IDXQ30 107   -0,58   -0,54%

Bekerja keras keluar dari resesi, Yunani justru didera krisis politik


Kamis, 16 Juni 2011 / 20:22 WIB
ILUSTRASI. Promo Yogya Supermarket 9 September 2020. Pramuniaga melayani pembeli di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor, Rabu (21/11/2018). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

ATHENA. Selain menghadapi masalah keuangan yang sangat berat, Yunani juga tengah terkepung krisis politik. Sejumlah laporan menyebutkan, Perdana Menteri (PM) Yunani yaitu George Papandreou bersedia mengundurkan diri setelah protes besar-besaran menentang kebijakan penghematan oleh pemerintah.

Pemerintah pimpinan Papandreou ambruk menyusul penentangan yang dilakukan para anggota parlemen atas kebijakan pemangkasan anggaran pemerintah.

Selama ini, PM Yunani selalu mengatakan dirinya memiliki kekuatan untuk menyelamatkan perekonomian Yunani dari kehancuran. Namun ketika ia menghadap presiden, banyak yang memperkirakan dia telah kehilangan dukungan dan tak mampu lagi memerintah. Sebelumnya para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di luar gedung parlemen di Athena.

Ini adalah kekerasan terburuk di ibukota dalam setahun terakhir. Protes ini menjadi tanda bahwa masyarakat tidak lagi menerima kebijakan penghematan besar-besaran. Kreditor utama Yunani, Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) menuntut penghematan lanjutan sebagai syarat kucuran dana bantuan.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×