kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Bencana dan pengetatan moneter sebabkan penjualan mobil di China melambat


Selasa, 10 Mei 2011 / 15:25 WIB
ILUSTRASI. Fakta mengejutkan Jeff Bezos, bos retail Amazon dan orang terkaya di dunia. REUTERS/Joshua Roberts/File Picture


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

SHANGHAI. Penjualan mobil penumpang di China pada April lalu melambat dari bulan sebelumnya. Kenaikan harga bahan bakar dan gempa bumi di Jepang menyurutkan minat pembeli.

Meski melambat, Asosiasi Produsen Otomotif Cina mencatat, pengiriman kendaraan serbaguna dan kendaraan sport ke dealer mengalami kenaikan 2,8% dari tahun sebelumnya menjadi 1,14 juta unit. Penjualan naik 6,5% pada Maret lalu.

Tapi, secara year on year (YoY) total penjualan kendaraan turun 0,25% pada April menjadi 1,55 juta unit. Penjualan kendaraan komersial mengalami penurunan paling dalam, yaitu hingga 7,8% menjadi 409.700 unit.

Tak hanya karena bencana, General Motors Co, BYD Co dan Toyota Motor Corp membukukan penjualan yang lebih rendah setelah pemerintah China melakukan pengetatan kebijakan moneter di berbagai sektor. Seperti kita ketahui, dalam rangka memerangi inflasi, pemerintah menaikkan suku bunga sebanyak empat kali sejak Oktober 2010.

"Orang mulai ragu dengan tindakan bank sentral, pelambatan ekonomi mulai terlihat jelas di China," ujar Ivo Naumann, Direktur AlixPartners yang merupakan lembaga peneliti industri.




TERBARU

[X]
×