Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Aplikasi pemetaan digital MapQuest mendadak kembali menjadi sorotan setelah menolak mengganti nama Danau Ontario menjadi "Lake America" sesuai keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sikap tersebut justru membuat popularitas MapQuest melonjak. Ratusan ribu pengguna mengunduh aplikasi tersebut setelah MapQuest menyatakan tetap menggunakan nama Danau Ontario pada petanya.
Berdasarkan data perusahaan, pada 30 Agustus 2026 MapQuest menjadi aplikasi navigasi nomor satu di Apple App Store AS dan menempati peringkat kedelapan secara keseluruhan untuk kategori aplikasi gratis.
Di Kanada, aplikasi tersebut berada di posisi kedua secara keseluruhan di Apple App Store. Penggunaan MapQuest juga melonjak sekitar 50 kali dibandingkan tingkat normal.
General Manager MapQuest Doug Berger mengatakan perusahaan mengambil pendekatan yang sama ketika terjadi kontroversi perubahan nama Teluk Meksiko menjadi "Gulf of America".
"Kami mengambil pendekatan yang sama seperti yang kami lakukan dengan Teluk Meksiko: menjadi bagian dari percakapan dan memberikan aplikasi yang mempertahankan nama-nama yang sudah dikenal pengguna," ujar Berger.
MapQuest menyebut ratusan ribu orang telah mengunduh aplikasinya sejak perusahaan mengumumkan keputusan tersebut pada 27 Agustus 2026.
Baca Juga: Bank of Canada Tahan Suku Bunga 2,25%, Waspadai Dampak Tarif Trump
Tolak ubah nama Danau Ontario
Trump menandatangani perintah eksekutif pada 27 Agustus 2026 yang mengarahkan perubahan nama Danau Ontario menjadi "Lake America" untuk penggunaan resmi pemerintah federal AS.
Perubahan tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah layanan pemetaan digital. Google Maps mulai menampilkan "Lake America" kepada pengguna di AS, sedangkan pengguna di Kanada tetap melihat nama Danau Ontario. Pengguna di wilayah lain dapat melihat kedua nama tersebut.
Apple Maps juga akhirnya memperbarui label tersebut pada 1 September 2026. Untuk pengguna di AS, Danau Ontario kini ditampilkan sebagai "Lake America", sementara pengguna di Kanada tetap melihat nama Danau Ontario.
Berbeda dengan Google dan Apple, MapQuest memutuskan mempertahankan nama historis Danau Ontario.
Keputusan tersebut diumumkan MapQuest melalui media sosial pada 27 Agustus dengan pernyataan singkat bahwa perusahaan tidak akan mengubah nama tersebut.
Baca Juga: Chevron Siapkan Investasi US$ 7 Miliar di Venezuela, Targetkan 600.000 Barel/Hari
Unduhan MapQuest melonjak
Popularitas MapQuest langsung meningkat setelah keputusan tersebut. Perusahaan menyatakan jumlah unduhan telah mencapai ratusan ribu sejak pengumuman pada Kamis (27/8/2026).
Data pihak ketiga dari Sensor Tower juga menunjukkan lonjakan signifikan. MapQuest mencatat sekitar 184.000 unduhan secara global dan 162.000 unduhan di AS selama pekan yang dimulai 24 Agustus. Angka tersebut meningkat lebih dari 10 kali secara mingguan.
Di AS, MapQuest bahkan mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarah 30 tahun perusahaan tersebut. Selain menjadi aplikasi navigasi nomor satu, MapQuest sempat menempati posisi kedelapan dalam daftar aplikasi gratis secara keseluruhan.
MapQuest juga menyediakan fitur yang memungkinkan pengguna membuat nama alternatif untuk Danau Ontario melalui sebuah alat yang dibuat perusahaan.
Tonton: Vitafoods Asia 2026, Thailand Incar Peluang dari Bisnis Suplemen Global
Kanada kecam perubahan nama
Perubahan nama Danau Ontario menjadi "Lake America" mendapat penolakan dari sejumlah pejabat Kanada.
Perdana Menteri Ontario Doug Ford mengejek langkah tersebut dan menyamakannya dengan sesuatu yang keluar dari acara komedi Saturday Night Live.
Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan Kanada tetap menggunakan nama Danau Ontario. Ia menyebut nama tersebut memiliki sejarah panjang dan merupakan bagian dari identitas kawasan.
Kontroversi ini menambah ketegangan hubungan AS dan Kanada yang sebelumnya sudah memanas akibat perselisihan perdagangan dan kebijakan tarif.
Bagi MapQuest, kontroversi tersebut justru memberikan dorongan besar terhadap bisnis aplikasi yang telah berusia sekitar 30 tahun. Perusahaan yang pernah menjadi salah satu layanan pemetaan digital paling populer itu kini kembali masuk jajaran aplikasi paling banyak diunduh di AS dan Kanada.
Sumber: https://www.kompas.com/global/read/2026/09/02/170515670/tolak-ganti-nama-danau-ontario-aplikasi-ini-langsung-jadi-nomor-1-di-as?page=all#page2.














