kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.977   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.885   140,75   2,45%
  • KOMPAS100 765   21,35   2,87%
  • LQ45 581   15,60   2,76%
  • ISSI 204   4,45   2,23%
  • IDX30 329   8,65   2,70%
  • IDXHIDIV20 404   9,81   2,49%
  • IDX80 87   2,38   2,81%
  • IDXV30 110   2,46   2,29%
  • IDXQ30 106   2,69   2,61%

Berani Serukan Pemakzulan Trump, Perwira Aktif AS Kini Jalani Pemeriksaan


Jumat, 03 Juli 2026 / 09:12 WIB
Berani Serukan Pemakzulan Trump, Perwira Aktif AS Kini Jalani Pemeriksaan
ILUSTRASI. Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) akan menyelidiki seorang perwira aktif yang menyerukan pemakzulan Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance saat mengikuti aksi unjuk rasa di depan Gedung Capitol, Washington.

Mengutip Reuters Jumat (3/7/2026), perwira tersebut adalah Mayor Jason Watson, yang dalam aksi pada Rabu (1/7) mengecam Trump dan Vance atas sejumlah kebijakan, termasuk keputusan melancarkan serangan terhadap Iran tanpa persetujuan Kongres.

Baca Juga: PMI Jasa China Turun ke 54,1 pada Juni, Ekspansi Ditopang Permintaan Luar Negeri

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Watson terlihat membawa poster berisi tuntutan agar Trump dan Vance dimakzulkan, diadili, dan diberhentikan dari jabatannya.

Pada bagian lain video tersebut, petugas U.S. Capitol Police tampak mengamankan Watson saat aksi berlangsung.

Menanggapi insiden tersebut, kantor Menteri Angkatan Udara AS Troy Meink mengonfirmasi pihaknya mengetahui laporan mengenai seorang perwira Angkatan Udara yang mengikuti aksi protes di Capitol.

Dalam pernyataan resminya, kementerian menyatakan penyelidikan akan dilakukan tanpa hambatan.

"Departemen menanggapi serius setiap dugaan pelanggaran, termasuk tindakan yang berpotensi mengganggu sifat nonpartisan militer," demikian pernyataan Angkatan Udara AS.

Berdasarkan aturan yang mengatur personel militer AS, anggota militer aktif dibatasi dalam melakukan aktivitas politik, terutama ketika mengenakan seragam dinas.

Baca Juga: Dolar AS Kehilangan Tenaga Jumat (3/7), Harapan Kenaikan Suku Bunga The Fed Memudar

Selain itu, Pasal 88 Uniform Code of Military Justice (UCMJ) melarang perwira militer menggunakan kata-kata yang bersifat menghina terhadap Presiden, Wakil Presiden, Kongres, maupun pejabat tinggi pemerintah AS lainnya.

Dalam pidatonya saat aksi berlangsung, Watson mengaku memahami konsekuensi dari tindakannya.

"Yang jauh lebih penting daripada siapa saya adalah apa yang ingin saya sampaikan dan harga yang bersedia saya bayar untuk menyampaikannya," ujar Watson.

Hingga kini, Reuters belum berhasil memperoleh tanggapan langsung dari Mayor Jason Watson terkait penyelidikan tersebut.




TERBARU

[X]
×