kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Pentagon Sebut AS Bisa Pertahankan Blokade Laut Iran Tanpa Batas Waktu


Kamis, 13 Agustus 2026 / 23:43 WIB
Pentagon Sebut AS Bisa Pertahankan Blokade Laut Iran Tanpa Batas Waktu
ILUSTRASI. IRAN-CRISIS/USA-PENTAGON (REUTERS/Evan Vucci)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) memiliki aset militer yang cukup untuk mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Kamis (13/8/2026).

Hegseth mengatakan, kapal-kapal Angkatan Laut AS dapat digilir keluar-masuk kawasan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Imbal Hasil Obligasi AS Turun Usai Data Inflasi Produsen Mereda

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Pentagon menilai AS mampu mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Iran selama diperlukan, termasuk untuk mendukung upaya negosiasi yang sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan guna mengakhiri konflik.

"Tanpa batas waktu, Angkatan Laut Amerika Serikat dapat mempertahankan blokade seperti itu karena kami akan terus menggilir kapal masuk dan keluar, seperti yang selama ini kami lakukan," kata Hegseth kepada wartawan di Panama.

Hegseth menyampaikan pernyataan tersebut setelah berbicara dengan awak kapal USS Gridley, kapal perusak yang dilengkapi rudal dan sebelumnya pernah dikerahkan ke Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (12/8/2026) mengatakan AS menguasai Selat Hormuz.

"AS memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Saya pikir kami akan mempertahankannya!" tulis Trump melalui platform Truth Social.

Trump juga menyebut blokade laut AS disebut sebagai "tembok baja" dan mengatakan Iran tidak mampu berbuat banyak untuk menghadapinya.

Baca Juga: Tata Motors Mengganti Ketua Grup, Pastikan Rencana Investasi Tak Terganggu

AS Kerahkan Puluhan Kapal Perang

Konflik dimulai setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Setelah perang pecah, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelumnya menjadi rute sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

AS kemudian memberlakukan blokade laut terhadap kapal dan pelabuhan Iran. Washington menyatakan tetap akan melindungi kebebasan navigasi bagi kapal yang melakukan perjalanan menuju atau dari pelabuhan negara lain yang bukan bagian dari Iran.

Sejak perang dimulai, AS telah mengerahkan puluhan ribu personel militer tambahan ke Timur Tengah, termasuk lebih dari 20 kapal perang.

Militer AS juga mengklaim telah mengalihkan lebih dari 55 kapal komersial yang berusaha melewati blokade tersebut. Dari jumlah itu, tiga kapal dinonaktifkan dan dua lainnya dinaiki oleh personel AS.

Baca Juga: Gaji CEO S&P 500 Naik ke Rekor Tertinggi Seiring Meluasnya Skema Kompensasi Ala Musk

Pada awal pekan ini, sebuah helikopter MH-60 milik Angkatan Laut AS menembakkan dua rudal Hellfire ke ruang mesin sebuah kapal berbendera Panama setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan dari pasukan AS, menurut keterangan militer AS.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa blokade terhadap Iran tidak hanya menjadi instrumen tekanan ekonomi, tetapi juga telah meningkatkan risiko konfrontasi militer di jalur pelayaran strategis Timur Tengah.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×