kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

AS Mulai Blokade Pelabuhan Iran, Ancaman Balasan dari Iran Menghantui


Selasa, 14 April 2026 / 01:31 WIB
AS Mulai Blokade Pelabuhan Iran, Ancaman Balasan dari Iran Menghantui
ILUSTRASI. AS memulai blokade terhadap pelabuhan Iran (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/DUBAI. Sesuai rencana, mulai Senin (13/4/2026) pukul 21.00 WIB, militer Amerika Serikat (AS) memulai blokade kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran. Teheran mengancam akan membalas blokade tersebut dengan menyerang pelabuhan negara-negara tetangganya di Teluk.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, Iran telah menghubungi pihaknya pada Senin (13/4/2026) waktu AS dan ingin membuat kesepakatan. Trump menegaskan tidak akan menyetujui perjanjian apa pun yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir.

"Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Kita tidak bisa membiarkan suatu negara memeras atau mengancam dunia," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Trump Klaim Produksi Minyak AS Melejit, Blokade Iran Ubah Peta Energi Global

Harga minyak kembali naik ke atas US$ 100 per barel akibat perkembangan ini. Harapan Selat Hormuz segera dibuka juga memudar.

Sejak perang dimulai pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz untuk semua kapal kecuali kapalnya sendiri. Iran mengatakan pelayaran hanya akan diizinkan di bawah kendali Iran dan dikenakan biaya.

Trump mengatakan Washington akan memblokir kapal-kapal Iran dan kapal-kapal lain yang membayar bea tersebut. Kapal-kapal serangan cepat Iran yang mendekati blokade akan dieliminasi.

Baca Juga: Sekutu NATO Menolak Bergabung dengan Trump untuk Memblokade Selat Hormuz

Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik memperingatkan, upaya militer asing untuk mengawasi selat tersebut akan meningkatkan krisis dan ketidakstabilan dalam keamanan energi global.

Sekutu NATO, termasuk Inggris dan Prancis, mengatakan tidak akan terlibat dalam konflik dengan ikut serta dalam blockade. Keduanya lebih menekankan perlunya membuka kembali jalur air tersebut.

AS melakukan blokade menyusul gagalnya perundingan di Pakistan. Washington mengatakan Teheran menolak tuntutannya dalam pembicaraan akhir pekan di Islamabad. Gencatan senjata pun kini terancam.

Baca Juga: Harga Emas Turun, Memanasnya Ketegangan AS-Iran Meredam Harapan Penurunan Suku Bunga

Komando Pusat regional militer AS mengatakan blokade akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran di Teluk dan Teluk Oman.

"Blokade tersebut tidak akan menghalangi jalur transit netral melalui Selat Hormuz ke atau dari tujuan non-Iran," kata Komando Pusat dalam catatan kepada para pelaut yang dilihat Reuters, Senin (13/4/2026).

Menurut data LSEG, dua kapal tanker yang terkait dengan Iran, Aurora dan New Future, yang bermuatan produk minyak, meninggalkan selat pada hari Senin sebelum blokade.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz: China Beri Peringatan Keras ke AS

Seorang juru bicara militer Iran menyebut, pembatasan AS terhadap pelayaran internasional sebagai pembajakan. Garda Revolusi Iran menyebut, setiap kapal militer yang mendekati selat akan melanggar gencatan senjata.

Trump mengatakan angkatan laut Iran telah benar-benar hancur selama perang. Ia menambahkan hanya sejumlah kecil kapal serang cepat yang tersisa.

Reuters melaporkan, mengutip seorang pejabat AS, masih ada upaya negosiasi dan mosi untuk mencapai kesepakatan yang berjalan antara AS dan Iran.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×