kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

China Luncurkan Jurus Baru Perluas Penggunaan Yuan Secara Global


Rabu, 17 Juni 2026 / 14:00 WIB
China Luncurkan Jurus Baru Perluas Penggunaan Yuan Secara Global
ILUSTRASI. China - Yuan Digital (REUTERS/Florence Lo)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. China mengumumkan serangkaian langkah baru untuk memperluas penggunaan yuan di tingkat global sekaligus memperkuat pengelolaan likuiditas pasar keuangan domestik. Langkah tersebut diumumkan di tengah proses restrukturisasi ekonomi yang sedang berlangsung di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Dalam Forum Lujiazui yang digelar di Shanghai, para regulator keuangan utama China juga menegaskan komitmen untuk membuka pasar keuangan secara bertahap dan hati-hati, sejalan dengan pergeseran mesin pertumbuhan ekonomi dari sektor properti dan investasi menuju teknologi serta inovasi.

Gubernur Bank Sentral China (PBOC), Pan Gongsheng, mengatakan semakin dalam dan berkembangnya pasar keuangan berpotensi meningkatkan risiko penularan antar pasar. Karena itu, otoritas akan terus berupaya mencegah munculnya risiko sistemik seiring integrasi China yang semakin erat dengan sistem keuangan global.

Baca Juga: G7 Bahas Strategi Lepas dari Ketergantungan Mineral Kritis China

Sebagai bagian dari upaya memperkuat bisnis yuan lepas pantai (offshore), enam bank milik negara terbesar, termasuk Bank of China dan China Construction Bank, telah mendapat izin untuk melakukan transaksi yuan offshore di kawasan perdagangan bebas Shanghai.

PBOC juga meluncurkan instrumen baru bernama FIMA RMB Repo, yang memungkinkan bank sentral asing dan dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) memperoleh likuiditas yuan dengan lebih mudah. Melalui fasilitas ini, mereka dapat menggunakan obligasi China berkualitas tinggi sebagai jaminan untuk meminjam yuan.

Menurut Pan, semakin banyak investor asing, termasuk bank sentral berbagai negara, yang masuk ke pasar obligasi China sehingga kebutuhan mereka untuk mengelola likuiditas juga terus meningkat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi China untuk mempercepat internasionalisasi yuan dan mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembayaran global yang masih didominasi dolar Amerika Serikat.

Pengumuman itu muncul sehari setelah pusat operasional yuan digital China menandatangani perjanjian partisipasi langsung dengan 26 lembaga keuangan di Shanghai guna memperluas penggunaan mata uang digital China atau e-CNY di tingkat internasional.

Di pasar uang domestik, Pan mengungkapkan PBOC akan menambah variasi operasi reverse repo overnight guna meningkatkan efektivitas pengelolaan likuiditas.

Selain itu, bank sentral juga sedang mengkaji instrumen likuiditas khusus untuk mendukung lembaga keuangan non-bank saat terjadi krisis. Kebijakan tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas sistem keuangan tanpa menciptakan risiko moral hazard.

Pan menilai perlambatan pertumbuhan kredit dalam beberapa tahun terakhir, yang diiringi peningkatan pembiayaan melalui pasar obligasi dan saham, mencerminkan perubahan struktural besar dalam perekonomian China.

"Sudah sulit dan tidak lagi diperlukan bagi pertumbuhan kredit China untuk mempertahankan laju seperti sebelumnya," ujarnya.

Kepala Analis Pasar Keuangan MUFG China, Marco Sun, menilai peran bank sentral China kini tengah mengalami transformasi.

Baca Juga: Bencana Tambang di China dan Kebijakan Baru Ekspor Indonesia Guncang Pasar Batubara

"Di masa lalu, PBOC lebih berfungsi sebagai bank sentral bagi sistem perbankan. Ke depan, bank sentral tidak bisa hanya mengelola sistem perbankan, tetapi juga harus lebih aktif mengelola likuiditas pasar, biaya modal, dan stabilitas pasar keuangan," kata Sun.

Meski demikian, pengumuman sejumlah kebijakan tersebut belum memberikan dampak signifikan ke pasar. Indeks saham China bergerak relatif datar, sementara nilai tukar yuan juga stabil.

Pada forum yang sama, Kepala Administrasi Regulasi Keuangan Nasional (NFRA), Ding Xiangqun, menegaskan komitmen pemerintah untuk mencegah risiko sistemik di sektor keuangan dan mengarahkan lebih banyak sumber daya ke industri-industri baru.

Ding menyatakan optimistis regulator mampu mengendalikan risiko yang berasal dari lembaga keuangan kecil, sektor properti, serta utang pemerintah daerah.

Menurutnya, risiko keuangan lintas batas dan penularan antar pasar kini semakin nyata, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih kuat.

Regulator juga akan mendorong lembaga keuangan memperkuat modal melalui berbagai jalur guna meningkatkan ketahanan terhadap risiko.

Perekonomian China saat ini menghadapi ketidakseimbangan yang semakin terlihat. Konsumsi domestik masih lemah dan sektor properti terus tertekan, sementara investasi di sektor-sektor baru seperti robotika dan kecerdasan buatan (AI) justru tumbuh pesat.

Kondisi tersebut tercermin dari data terbaru yang menunjukkan penjualan ritel China pada Mei mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, sementara investasi juga melemah. Sebaliknya, output industri menunjukkan percepatan pertumbuhan.

Ding mengatakan regulator akan terus mengarahkan pembiayaan ke industri masa depan dan memperkuat koordinasi pengawasan pada sektor-sektor baru yang berkembang cepat.

Pemerintah juga berjanji menindak persaingan usaha yang tidak sehat serta aktivitas keuangan ilegal.

Sementara itu, Kepala Administrasi Valuta Asing China, Zhu Hexin, mengumumkan rencana penerbitan kuota baru dalam skema investasi luar negeri Qualified Domestic Institutional Investor (QDII). Kebijakan tersebut menegaskan upaya Beijing untuk menyalurkan arus modal melalui jalur resmi setelah tindakan tegas terhadap investasi lintas batas yang dianggap ilegal pada akhir Mei lalu.

Baca Juga: AS Longgarkan Larangan, Drone Mainan China Kini Kembali Lolos Impor

Di sisi lain, Ketua Regulator Sekuritas China, Wu Qing, menyatakan pasar saham China akan secara aktif menyambut revolusi teknologi yang sedang berlangsung. Namun, regulator tetap akan memperketat pengawasan terhadap praktik spekulasi dan manipulasi pasar.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×