kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Berantas P2P ilegal, China tangkap 62 orang dan bekukan aset senilai US$ 1,5 miliar


Senin, 18 Februari 2019 / 14:17 WIB

Berantas P2P ilegal, China tangkap 62 orang dan bekukan aset senilai US$ 1,5 miliar

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pihak berwenang China makin galak terhadap platform platform peer-to-peer (P2P) ilegal di negara tersebut. Kepolisian setempat telah menyelidiki lebih dari 380 platform P2P atas dugaan penggalangan dana ilegal dan membekukan aset senilai 10 miliar yuan atau setara US$ 1,5 miliar.

Dilansir dari South China Morning Post, pemerintah China mengatakan telah menangkap 62 tersangka yang merupakan operator platform P2P ilegal. Termasuk yang beroperasi di 16 negara semisal Thailand dan Kamboja.


Kejadian ini disebut sebagai respons publik yang jarang terjadi oleh otoritas kepolisian China sejak gelombang default melanda sektor pinjaman P2P pada bulan Juni lalu. Kejadian tersebut telah menyebabkan dana bernilai ratusan miliar dolar yang ditanamkan oleh investor melalui platform P2P raib.

Masalah P2P ilegal ini telah menyebabkan keluhan publik yang meluas di China dengan munculnya sejumlah petisi dan protes di seluruh penjuru negeri.

Sejurus dengan langkah pemerintah untuk makin ketat mengatur bisnis ini, jumlah platform P2P di China telah menyusut menjadi 1.009 pada Januari tahun ini dari 1.872 pada Mei tahun lalu. Jumlah pinjaman lewat platform ini pun anjlok dari 1,2 triliun yuan menjadi 765 miliar yuan selama periode yang sama.

Platform P2P berkembang pesat di China sejak tahun 2015, ketika lebih dari 3.800 platform beroperasi di negara tersebut. P2P lending ini menawarkan suku bunga tahunan setinggi 15% untuk memikat investor yang tidak terlalu paham soal keamanan investasi.

Banyak operator platform P2P membuat proyek investasi lewat iklan palsu, dan menggunakan dana yang dikumpulkan dari investor untuk kepentingan pribadi. 

Sementara itu telah lebih dari 100 personel manajemen senior dari sejumlah platform P2P tersebut telah melarikan diri ke luar negeri sebelum kasus default masal ini menjadi berita besar.

Salah satu pemain besar yang ambruk belum lama ini adalah Lianbi Finance yang berbasis di Shanghai. Perusahaan ini gagal mengembalikan dana sebesar 844 juta yuan dari hampir 4.000 investor di seluruh China.


Sumber : South China Morning Post
Editor: Tendi

Video Pilihan


Close [X]
×