kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.839   37,00   0,22%
  • IDX 8.307   15,76   0,19%
  • KOMPAS100 1.174   2,25   0,19%
  • LQ45 842   -0,22   -0,03%
  • ISSI 297   1,10   0,37%
  • IDX30 437   0,64   0,15%
  • IDXHIDIV20 521   0,70   0,13%
  • IDX80 131   0,29   0,22%
  • IDXV30 144   0,99   0,69%
  • IDXQ30 141   -0,14   -0,10%

Berbisnis telekomunikasi hingga investasi (2)


Kamis, 16 Juni 2016 / 10:52 WIB
Berbisnis telekomunikasi hingga investasi (2)


Reporter: Dina Farisah | Editor: Tri Adi

Sejatinya, Richard telah mengincar AIG sejak bisnis aset manajemen ini terpukul krisis global yang berujung pada paket penyelamatan (bailout) Pemerintah Amerika Serikat. Hampir 80% saham AIG telah dimiliki Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Di tengah situasi genting, Richard mengambil peluang emas dengan membeli aset AIG Investment. Namun, Richard harus bersaing dengan sejumlah investor lain yang juga memburu aset AIG.

Kala itu, Pemerintah AS memakai skema lelang untuk menjual aset AIG Investment. Sejumlah calon investor di antaranya Macquarie Group Ltd dan Religare Enterprises Ltd dari India.

Agar memenangkan lelang, Richard masuk dalam konsorsium yang dipimpin perusahaan investasi Franklin Templeton pada Juni 2009. Sayangnya, kongsi ini terputus di tengah jalan.

Meski demikian, Richard tetap bisa mengejar sendiri dan melanjutkan negosiasi. Kendati hanya berbekal pengalaman minim soal bisnis aset manajemen, Richard menjadi salah satu kandidat terkuat lantaran Pacific Group memiliki kas tebal.

Menurut Richard, ambisinya mencaplok AIG lantaran bisa menambah nilai jual Pacific Century melalui jaringan bisnis AIG di seluruh dunia, khususnya di Asia. Pasca akuisisi, Richard mengganti nama AIG Investment menjadi PineBridge Investment.

Pada 31 Desember 2011, PineBridge mengelola dana investasi mencapai US$ 70 miliar. Saat ini PineBridge Investment memiliki lebih dari 800 karyawan di seluruh jaringan global.

Di Indonesia, PineBridge dan Farallon sempat berkongsi untuk membeli AAA Asset Management sekitar Rp 225 miliar pada akhir tahun lalu.                           

(Bersambung)


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×